Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Umur Pekerjaan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro Nur Azizah; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): March
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.991 KB)

Abstract

Anemia sebagai salah satu masalah gizi di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Anemia merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam penyebab kematian ibu dan angka kematian bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh umur, pekerjaan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional . Populasi 113 orang dengan sampel 88, menggunakan teknik simple random sampling . Variabel independen penelitian ini adalah umur, pekerjaan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia.Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho . Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (62,5%) ibu hamil yang lama mengalami anemia ringan, hampir seluruhnya (92,1%) ibu hamil yang bekerja tidak mengalami anemia, dan sebagian besar atau 69,9% ibu hamil yang sesuai konsumsi tablet Fe rendah tidak mengalami anemia (normal) dan seluruh atau 100,0% ibu hamil yang mematuhi konsumsi tablet Fe sedang juga tidak mengalami anemia (normal). Berdasarkan uji statistik Spearman Rho mendapatkan hasil, ada pengaruh umur dengan kejadian anemia ( p value = 0,012 dengan nilai r = 0,246), ada pengaruh pekerjaan dengan kejadian anemia ( p value= 0,000 dengan nilai r = 0,571), tidak ada kepatuhan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia ( p value = 0,014 dengan nilai r = -0,261). Kesimpulannya kejadian anemia pada ibu hamil ditentukan umur dan pekerjaan sesuai dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak berpengaruh dengan kejadian anemia.
Pengaruh Umur Pekerjaan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro Nur Azizah; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.110

Abstract

Anemia sebagai salah satu masalah gizi di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Anemia merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam penyebab kematian ibu dan angka kematian bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh umur, pekerjaan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Wisma Indah Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional . Populasi 113 orang dengan sampel 88, menggunakan teknik simple random sampling . Variabel independen penelitian ini adalah umur, pekerjaan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia.Analisis data menggunakan Uji Spearman Rho . Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (62,5%) ibu hamil yang lama mengalami anemia ringan, hampir seluruhnya (92,1%) ibu hamil yang bekerja tidak mengalami anemia, dan sebagian besar atau 69,9% ibu hamil yang sesuai konsumsi tablet Fe rendah tidak mengalami anemia (normal) dan seluruh atau 100,0% ibu hamil yang mematuhi konsumsi tablet Fe sedang juga tidak mengalami anemia (normal). Berdasarkan uji statistik Spearman Rho mendapatkan hasil, ada pengaruh umur dengan kejadian anemia ( p value = 0,012 dengan nilai r = 0,246), ada pengaruh pekerjaan dengan kejadian anemia ( p value= 0,000 dengan nilai r = 0,571), tidak ada kepatuhan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia ( p value = 0,014 dengan nilai r = -0,261). Kesimpulannya kejadian anemia pada ibu hamil ditentukan umur dan pekerjaan sesuai dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak berpengaruh dengan kejadian anemia.
Pengaruh Behaviour Intention dan Social Support terhadap Perilaku Kunjungan Antenatal Care K4 Ibu Hamil di Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Desy Medis Tri Mukti; Sri Anggraeni; Masfuah
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.104

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan dalam pelayanan antenatal adalah cakupan K4. Cakupan K4 adalah pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit 4 kali yaitu minimal 1 kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dan 2 kali pada triwulan ketiga . Namun kenyataannya dalam pelayanan antenatal di Kabupaten Bojonegoro masih ada yang belum sesuai dengan standar.Jenis penelitian yang akan di lakukan adalah penelitian analitik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 ibu hamil TM III yang ada di wilayah Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan teknik analisa bivariated. Dalam analisa data penelitian yang akan dilakukan menggunakan uji signifikan dengan menggunakan uji Chi square dengan taraf signifikan a = 0,05. Berdasarkan hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak mempunyai behavior intention sebagian besar memiliki perilaku kunjungan antenatal care K4 yang tidak teratur. Sedangkan ibu hamil yang tidak memiliki social support sebagian besar mempunyai perilaku kunjungan antenatal care yang tidak teratur.Simpulan hasil penelitian ada pengaruh behavior intention dan social support terhadap perilaku kunjungan antenatal care K4 ibu hamil di Puskesmas Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.
Hubungan Sikap, Paritas, Dan Obesitas Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Poli Obsgin Yulia Aris Santi; Sri Anggraeni; Fitriah; Masfuah Ernawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.105

Abstract

ABSTRAK Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu salah satunya adalah preeklamsia dan eklamsia. Factor ibu memegang peranan yang berhubungan dengan berat ringannya timbulnya gejala preeklamsia Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sikap, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di poli obsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Rancangan penelitian ini adalah analitik cross sectional. Sampelnya adalah sebagian pasien yang periksa di Poli Obsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro periode bulan Maret tahun 2022, sebanyak 40 orang. Variabel independent adalah sikap, paritas dan obesitas. Variabel dependent adalah kejadian pre eklampsia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan uji Coefisient Contingensi dengan signifikasi 0,05. Hasil analisis penelitian pada sikap didapatkan nilai P value = 0,004 artinya ada hubungan sikap dengan kejadian pre eklampsia, paritas didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ada hubungan paritas dengan kejadian pre eklampsia,  obesitas didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ada hubungan obesitas dengan kejadian pre eklampsia. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sikap, paritas, dan obesitas berhubungan dengan kejadian pre eklampsia pada ibu hamil di PolyiObsgin RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Ibu Hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin di fasilitas kesehatan untuk mengetahui pekembangan kesehatan ibu dan janin serta untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya pre eklampsia.   Kata Kunci : Sikap, Paritas, Obesitas, Pre Eklampsia.  
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Balita Di Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro Latifatul Kandini; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.108

Abstract

Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk mempertahankan masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan pada anak dibawah usia tiga tahun (batita), anak usia sekolah dasar dan wanita usia subur. Cakupan imunisasi lanjutan di Puskesmas Tambakrejo tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2021 sebesar 14% pada imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dan sebesar 7,3% pada imunisasi lanjutan campak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 25-30 bulan di wilayah Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro sebanyak 179 anak pada bulan februari 2022. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian didapatkan umur responden sebagian besar adalah berumur 20-30 tahun sebesar 75,6%. Pendidikan responden sebagian besar adalah SMA sederajat sebesar 63,4%. Pekerjaan responden sebagain besar adalaah ibu rumah tangga sebesar 72,4%. Pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik sebanyak 62,6%. Dukungan keluraga tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik yaitu sebanyak 53,7%. Hampir seluruhnya balita usia 25-30 bulan memiliki status imunisasi lanjutan lengkap yaitu sebanyak 91,9%. Sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik dan imunisasi lanjutan lengkap sebanyak 57,7%, dan sebagian besar ibu yang memiliki dukungan keluarga baik dan memiliki imunisasi lanjutan lengkap adalah sebanyak 52%. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita.  
The Effect of Sleep Hygiene Therapy on Sleep Quality in Premenopausal Women in the Sememi Health Center Area Yukendri, Nurnikensari; Isfentiani, Dina; Aini, Elfira Nurul; Ernawati, Masfuah
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 10, No 2 (2024): Journal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v10i2.1086

Abstract

During premenopause, certain changes occur due to a decrease in estrogen levels which can cause mild to severe disorders, as well as physical and psychological changes. These changes, which often occur during premenopause, cause complaints, one of which is insomnia or difficulty sleeping, which makes the incidence of poor sleep quality in adult women / premenopausal mothers equal to 57.8%. To improve sleep quality, it is necessary to carry out sleep hygiene therapy. Therefore, the effect of sleep hygiene therapy on sleep quality in premenopausal women in the Sememi Surabaya Community Health Center area will be studied. This research is a Quasy Experiment research with One Group Pretest-Posttest Design. The population of this study was 90 premenopausal mothers. The sample was taken by Purposive Sampling of 48 respondents. The independent variable is sleep hygiene therapy, while the dependent variable is  premenopausal women. Data collection uses questionnaires. To analyze the presence of an influence, the Wilcoxon Signed Rank Test was used with p <0,05. The results of the study showed that there was an increase in sleep quality in premenopausal mothers before and after sleep hygiene therapy. After conducting the test, the results showed that there was an effect of sleep hygiene therapy on sleep quality in premenopausal women in the Sememi Surabaya Community Health Center area with a p value of 0.004 < α 0.05. Based on the description above, it can be concluded that there is an influence of sleep hygiene therapy on sleep quality in premenopausal women in the Sememi Surabaya Community Health Center area. So it is recommended that premenopausal mothers make the best use of sleep hygiene therapy, because maintaining good sleep quality is good for premenopausal mothers.
Parity and anemia among pregnant women at a public health center in Bojonegoro, Indonesia Siswantoro, Toto; Ernawati, Masfuah
Majalah Obstetri & Ginekologi Vol. 31 No. 3 (2023): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mog.V31I32023.110-116

Abstract

HIGHLIGHTS One of the most common maternal health problems is anemia during pregnancy Factors that lead to anemia incidence were analyzed to be able to provide adequate precautions. It was found that knowledge, parity, and consistency in taking blood supplement tablets during pregnancy are factors that influence the incidence of anemia in pregnant women.   ABSTRACT Objective: The purpose of this study was to analyze the factors that influenced anemia in pregnant women at the Public Health Center of Kedewan, Bojonegoro, Indonesia. Materials and Methods: This was an analytic study using a retrospective approach. The population of this study was all pregnant women in 2018 at Public Health Center in Kedewan, Bojonegoro, Indonesia, involving 173 pregnant women, consisting of 117 anemic pregnant women and 56 non-anemic pregnant women. The sample of this study consisted of 119 pregnant women in 2018 consisting of 80 anemic pregnant women and 39 non-anemic pregnant women, who were selected using proportional stratified random sampling and simple random sampling. Bivariate and multivariate analyses were performed using multiple logistic regression. Results: Variables that did not significantly affect anemia in pregnant women were age (p=0.384), education (p=0.460), occupation (p=0.234), income (p=0.482), food abstinence (p= 0.465), and ANC examination (p=0.319), while variables that significantly affected anemia in pregnant women were knowledge (p=0.002), parity (p=0.000) and the regularity of consuming blood-booster tablets (p=0.041). Conclusion: The most influential variable on anemia in pregnant women was parity.
ANALISIS REGRESI KEJADIAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN. PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL Lilik Triyawati; Sri Wahyuni; Yaimin; Masfuah Ernawati
HOSPITAL MAJAPAHIT : JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO Vol 17 No 1 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i1.1095

Abstract

Background High-risk pregnancy is a condition that can affect the condition of the mother and fetus in the pregnancy at hand. High-risk pregnancy does not occur suddenly because pregnancy and its effects on the organs of the body take place gradually and gradually. The purpose of this study was to analyze the incidence of high-risk pregnancies in the perspective of education, knowledge and attitudes of pregnant women at the Puskesmas. The sample in this study were some pregnant women in the area of ​​Puskesmas Kanor Bojonegoro as many as 88 respondents who were taken by simple random sampling technique.The independent variable is education, knowledge, attitude of pregnant women, while the dependent variable is the incidence of high risk pregnancy. Collecting data with questionnaires and secondary data.Data analysis with regression test with a significance level of 0.05. Discussion Analyzing the education,knowledge,attitudes,the dominant factors associated with the incidence of high risk pregnancies. The results of this study indicate that the dominant factor associated with the incidence of high-risk pregnancy is knowledge with a value of B = 0.260 indicating that there is a relationship between knowledge and the incidence of high-risk pregnancy, p value = 0.000.There is a relationship between the attitude of pregnant women with the incidence of high-risk pregnancy with a value of B = 0.326 (p value = 0.005). There is a relationship between education value B = 0.155 (p value = 0.035) with the incidence of high risk pregnancy.Recommendations for pregnant women, the government and for future researchers.
EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER MELALUI WHATSAPP GROUP TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG STUNTING Ernawati, Masfuah; Indrayanti, Indrayanti; Handayani, Aris
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38276

Abstract

Gagal tumbuh pada anak atau sering disebut dengan istilah stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Setwapres (2018) menyatakan stunting atau pendek disebabkan akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting di Bojonegoro mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebanyak 23,9% di tahun 2023 sebanyak 24,3%. Dari hasil studi pendahuluan tentang pengetahuan kader Kesehatan terhadap stunting yang dilakukan terhadap 10 kader Kesehatan di Puskesmas Sugihwaras hasilnya masih terdapat 3 (30%) kader Kesehatan yang mempunyai pengetahuan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatsapp Group terhadap pengetahuan kader kesehatan dalam Pencegahan stunting di puskesmas Sugihwaras Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Experiment dengan jenis one Group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah semua kader kesehatan di Puskesmas Sugihwaras sejumlah 85. Sample penelitian yaitu sebagian kader kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 46. Sampling dengan menggunakan cara Simple random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Kolmogrof Smirnov dan Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatshaap Group  terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang stunting di Puskesmas Sugihwaras Bojonegoro dengan p-value= 0.000.
BAHAYA PAPARAN PESTISIDA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Indrayanti; Latip, Abdul; Rahayu, Ari Tri; Ernawati, Masfuah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i2.1789

Abstract

Pesticides are one of the toxic and dangerous chemicals (B3) and are persistent organic pollutants. If you use unsafe pesticides, it can affect a person's health. WHO estimates that around one million suffer pesticide poisoning every year. 11,000 would have fatal consequences. The mechanism of action of pesticides in the human body is to influence the work of enzymes and hormones and can damage tissue by inducing the production of serotonin and histamine. Pesticides are cytotoxic, carcinogenic and mutagenic for health and can be toxic to the reproductive system. Toxins in the reproductive system that are metabolized will enter the ovaries and cause the cells in the ovaries to become damaged. Pesticides can also cause decreased fertility, hormonal imbalance, damage to the germinal epithelium, genetic changes in men, exposure during the preconception period resulting in an increased risk of spontaneous abortion, slow fetal growth and premature birth. The aim is to increase the knowledge and skills of Village Health Cadres regarding the dangers of pesticide exposure to reproductive health The methods used are lectures, demonstrations, pre and post tests. Pre and post with 20 questions about the dangers of pesticide exposure for health. The participants were 35 health cadres from Mojodeso Village, Kapas District, Bojonegoro Regency; the results of the most 18 (51.4%) training participants' knowledge during the post-test were in the very good category. All participants (100%) were able to provide counseling to 75 families in the good category