Panti Asuhan Muhammadiyah di Pamekasan menghadapi kendala dalam menerapkan prinsip gizi seimbang dan manajemen menu harian bagi para santrinya. Permasalahan utama terletak pada proses perencanaan konsumsi yang masih bersifat sederhana dan praktis tanpa standar gizi yang terukur. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menerapkan Model Tata Gizi (Aman, Terstruktur, Adaptif, Inklusif, Zahir, dan Inovatif) guna meningkatkan kualitas asupan nutrisi dan efisiensi manajemen pangan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi, perencanaan, aksi (pelatihan), dan refleksi. Hasil kegiatan pada empat panti asuhan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan mitra, di mana pada tahap pascates (post-test) sebanyak 40% peserta mencapai nilai sempurna. Selain itu, program ini berhasil membentuk sistem menu mingguan yang terstruktur, melibatkan santri dalam pengelolaan dapur, serta mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal. Kesimpulannya, Model Tata Gizi terbukti menjadi solusi pengelolaan gizi berbasis komunitas yang efektif dan efisien untuk mendukung kesejahteraan santri secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026