Sampah organik masih menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Padang yang menghasilkan sekitar 640 ton sampah per hari, dengan sebagian belum terkelola secara optimal. Teknologi biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu solusi inovatif karena mampu mereduksi hingga 80% sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa kompos (kasgot) dan pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi larva BSF. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset komunitas, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 72,67%. Sebanyak 50 anggota KWT telah mampu mengimplementasikan budidaya larva BSF secara mandiri dan memanfaatkan produk biokonversi berupa larva segar dan kering sebagai pakan ternak serta kasgot sebagai pupuk organik untuk kebun mereka. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, serta mendorong pemberdayaan perempuan berbasis komunitas
Copyrights © 2026