Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Study Survey of Worker’s Environment at Used Goods Shop in El. Mount Sarik, Padang City Mahaza, Mahaza; Nur, Erdi; Adriyanti, Sri Lestari; Arlinda, Sari; Herwati, Herwati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.067 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1147

Abstract

There are quite a lot of used goods storage places, such as Gunung Sarik Village, which gives an overview of the working environment conditions, workers in carrying out their work lack the awareness to wear personal protective equipment (masks), gloves and shoes while working. The population of this research is entrepreneurs and all workers who work in used goods shelters totaling 30 people. The instruments used are questionnaires and observation sheets. Data were obtained through interviews using a questionnaire. Data analysis uses the stages of environmental risk analysis which include the identification of hazards, and risk characteristics. Furthermore, the data is presented in the form of tables and narratives. The results of the study are environmental factors in the proper work of storing used goods that are at risk of work accidents, including work tools, physical and chemical work environment, nature of work, work methods, and work processes. More than half (53%) of workers in used goods storage facilities do not wear Personal Protective Equipment (PPE) when working. 26.7% of workers feel subjective complaints at work. The complaints they feel are Loss of Sense of Touch in the hands, Irritation of the eyes, and Blurred Eyes. For used goods storage managers, provide personal protective equipment such as (Safety glasses, masks, gloves, and gloves for workers to work) Conduct coaching activities for workers in wearing personal protective equipment to protect themselves against work hazards that will occur and for those who have experienced Subjective complaints such as eye irritation and blurry eyes should always wear safety glasses at work. Abstrak: Tempat penampungan barang bekas yang cukup banyak seperti Kelurahan Gunung Sarik diperoleh gambaran kondisi lingkungan kerja, pekerja dalam melakukan pekerjaannya kurang memiliki kesadaran untuk memakai alat pelindung diri (masker), sarung tangan dan sepatu selama bekerja. Populasi penelitian adalah pengusaha dan semua pekerja yang bekerja di tempat penampungan barang bekas berjumlah 30 orang Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner dan lembar observasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan tahapan pada analisis risiko lingkungan yang meliputi identifikasi bahaya, dan karakteristik risiko. Selanjutnya data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian adalah Faktor-faktor lingkungan di tepat keja penyimpanan barang bekas yang berisiko kecelakaan kerja antara lain: alat kerja, lingkungan fisik dan kimia kerja, sifat pekerjaan, cara kerja, dan proses kerja. Lebih dari separoh (53%) Pekerja ditempat penyimpanan barang bekas tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja. 26,7% dari pekerja merasakan keluhan subjektif dalam bekerja keluhan yang dirasakan adalah Kehilangan Indra Peraba pada tangan, Iritasi pada mata, Mata Kabur. Untuk Penegelola Penampungan Barang bekas menyediaan Alat Pelindung diri seperti (Kaca mata Safety, Masker, Sarung Tangan, Sapetu untuk pekerja untuk bekerja Mengadakan kegiatan pembinaan kepada tenaga kerja dalam memakai aalat pelindung diri untuk melindungi diri terhadap bahaya kerja yang akan terjadi dan bagin yang sudah mengalami keluhan subyektif seperti Iritasi pada mata dan mata kabur seharusnya selalu memakai Kaca Mata safety dalam bekerja.
ANALISIS RISIKO GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN PADA KEGIATAN PEMBUATAN BATAKO DI UD. FATIMAH, KOTA PADANG Suksmerri, Suksmerri; Erdinur, Erdinur; Mukhlis, Mukhlis; Arlinda, Sari; Pratiwi, Lili Oktia
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i1.425

Abstract

Kegiatan pada industri batu bata sangat berpotensial mengakibatkan pencemaran udara berupa debu yang berukuran 10µm atau disebut juga Particulate Matter 10 (PM10). Particulate Matter (PM₁0) merupakan zat berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu melakukan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pada Pekerja Batu Bata di UD. Fatimah Kota Padang. Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Sampel pada penelitian ini yaitu sampel udara yang berukuran 10 mikrometer dan sampel pekerja yaitu sebanyak 6 pekerja. Data diolah dengan menggunakan rumus untuk menentukan karakteristik risiko (RQ).Hasil penelitian ini mendapatkan konsentrasi PM10 pada titik pembakaran yaitu 231 µg/m3. Dengan demikian konsentrasi PM10 pada industri batu bata ini pada titik pembakaran melebihi Nilai Baku Mutu (75 µg/m3 menurut Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021) dan sebanyak 83,3% mengalami gejala gangguan pernapasan dan berisiko dalam pajanan lifetime..Nilai RQ>1 pada titik pembakaran, artinya pemajanan tidak aman atau sangat berisiko pada pekerja industri. Kata Kunci : Batu Bata; Debu PM10; Gangguan Pernapasan
Analisis Risiko Kandungan Timbal (Pb) pada Air Sumur Kawasan Pertanian di Kenagarian Simpang Tanjung Nan IV Kabupaten Solok Arlinda, Sari; Mukhlis, Mukhlis; Suksmerri, Suksmerri; Lindawati, Lindawati; Darwel, Darwel
Jurnal Sehat Mandiri Vol 18 No 2 (2023): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 18, No.2 Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v18i2.1031

Abstract

Farmers in the Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Solok Regency, are using synthetic pesticides to achieve good agricultural results. Inappropriate pesticide application practices, such as mixing multiple types of pesticides simultaneously, using incorrect dosages, and spraying more than three times a day, have become commonplace. Residents living next to their farmlands have wells as their primary source of clean drinking water, which are located within the agricultural area. This situation poses a contamination risk to the community. The objective of this research is to analyze the risk of lead (Pb) content in well water within the agricultural area of Kenagarian Simpang Tanjung Nan IV. The research design employs the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The research findings indicate that Pb concentrations in the water range from 6,735 mg/L to 53,492 mg/L, exceeding the quality standards set by the Ministry of Health Regulation No. 32 of 2017. A significant portion of the population frequently experiences health issues, with an intensity of 66.7%. The average lifetime Risk Quotient (RQ) is 1.11, indicating a risk of pesticide poisoning in the community. Therefore, it is recommended that the community limits the use of pesticides and uses boiled water for daily consumption in an effort to minimize the danger of exposure to heavy metal Pb entering the body through water.
Risk Analysis of Pesticide Poisoning to Farmers in Kenagarian Simpang Tanjung Nan IV, Solok Regency Arlinda, Sari; Mukhlis, Mukhlis; Suksmerri, Suksmerri; Wijayantono, Wijayantono
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2668

Abstract

Introduction: Farmers use synthetic pesticides to enhance agricultural productivity, reduce or eliminate yield losses, and maintain high product quality. Although synthetic pesticides play a crucial role in increasing agricultural productivity, they also pose risks to the health of farmers. Long-term exposure to pesticides is a risk for farmers and can cause various types of cancer, such as digestive system cancer, stomach cancer, esophageal cancer, lung cancer, intestinal cancer, bladder cancer, and lymphoma. Pesticides also exhibit mutagenic and teratogenic properties. The aim of this study is to determine the risk analysis of pesticide poisoning to farmers in Kenagarian Simpang Tanjung Nan IV, Solok Regency. Method: This research is a descriptive observational study with a cross-sectional design and a field study method using Environmental Health Risk Analysis (EHRA) by measuring pesticide levels in each village and farmers residing in the area. The study was conducted from July to December 2023. Results: The study shows an average duration of exposure for farmers of 15.69 years with an average daily exposure of 7 hours. Pesticide concentrations in the air, soil, and water exceed the quality standard value of 0.1 mg/L. All real-time Risk Quotient (RQ) values indicate that farmers are at risk of pesticide poisoning.
SPATIAL AUTO CORRELATED ANALYSIS OF TUBERCULOSIS INCIDENTS IN PADANG CITY Arlinda, Sari; -, Lindawati; MT, Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3044

Abstract

Introduction: Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by the bacteria mycobacterium tuberculosis. TB cases in Indonesia are in second place with the largest number of TB sufferers in the world after India and West Sumatra is one of the provinces in Indonesia with the number of cases in 2020 as many as 14,398 cases based on the report of the Indonesian Ministry of Health. Tuberculosis (TB) has various risk factors. There are several factors that influence the incidence of TB, including environmental factors, external environment, socio-economic and behavior. Therefore, the purpose of this study is to determine the risk factors for the incidence of tuberculosis in Padang City. Methods: This study is an analytical observational study using a case control design by presenting data descriptively and spatially. The focus of this study is the analysis of spatial autocorrelation of tuberculosis incidence in Padang City from January to December 2024. Data collection was carried out by observation, interviews, and measuring air quality in selected sample houses. Results And Discussion: The results of the analysis found a positive autocorrelation between sanitation facilities factors and tuberculosis incidence (clustered pattern) and no autocorrelation between knowledge, behavior and environmental conditions factors and tuberculosis incidence. There are 5 sub-districts that are spatially significant between knowledge, behavior, sanitation facilities and environmental conditions, namely Padang Barat, Padang Timur, Kuranji, Bungus Teluk Kabung, and Lubuk Kilangan Sub-districts. Conclusion: Based on the results above, it can be concluded that there is autocorrelation between sanitation facilities and tuberculosis incidence and there is no autocorrelation between knowledge, behavior and environmental conditions. Therefore, it is expected that the community can implement a clean and healthy lifestyle and related agencies can re-inspect people's homes and educate people infected with tuberculosis.  
Perilaku Merokok di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Padang Arlinda, Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.237 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.9

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa, ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial. Mereka masih mencari identitas diri, cenderung mengikuti trend, masih labil, dan sangat mudah dipengaruhi oleh teman sebaya, termasuk pengaruh untuk merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, uang saku, akses mendapatkan rokok, media massa, keluarga, dan teman sebaya terhadap perilaku merokok di kalangan siswa sekolah menengah di kota Padang.Metode: Metode penelitian ini adalah survei cross-sectional dengan mewawancarai 220 siswa laki-laki di 5 (lima) SMA Negeri di Kota Padang yang dipilih secara multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Regresi logistik berganda digunakan untuk menentukan hubungan tersebut.Hasil: penelitian menunjukkan 59,1% siswa laki-laki SMA di Padang merokok. Sebagian besar dari mereka memiliki pengetahuan tentang rokok (62.3%), dan terpapar iklan rokok di media massa (52,3%), memiliki teman sebaya perokok (60,5%), dan memiliki keluarga yang merokok (51,4%). Siswa yang memiliki teman sebaya perokok 10,1 kali lebih mungkin untuk memulai merokok (OR 10,1, 95% CI 5,5 - 19,5).Kesimpulan: Mengetahui bahwa remaja pertama kali merokok pada usia 7 tahun dan perilaku teman sebaya adalah faktor risiko paling besar untuk memulai merokok pada remaja, disarankan untuk dilakukan tindakan pencegahan, seperti konseling kesehatan sedini mungkin (dimulai di sekolah dasar atau menengah). Smoking Behavior among High School Students in Padang City AbstractBackground: Youth is a phase of transition from children to adults, marked by the acceleration of physical, mental, emotional, and social development. They are still looking for self-identity, tend to follow trends, are still unstable, and are very easily influenced by peers, including the influence of smoking. This study aims to determine the influence of knowledge, pocket money, access to cigarettes, mass media, family, and peers to smoking behaviour among high school students in the city of Padang.Method: The method of this study is a cross-sectional survey by interviewing 220 male students in 5 (five) Public High Schools in Padang City who were selected by multistage random sampling. Data was collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Multiple logistic regression is used to determine the relationship.Results: The study showed 59.1% of high school male students in Padang smoked. Most of them them have knowledge about smoking (62.3%) and are exposed to cigarette advertisements in the mass media (52.3%), have peers smokers (60.5%), and have families who smoke (51.4%) . Students who have peers smokers 10.1 times more likely to start smoking (OR 10.1, 95% CI 5.5 - 19.5).Conclusion: Knowing that adolescents first smoke at the age of 7 years and peer behavior is the biggest risk factor for starting smoking in adolescents, precautionary measures are recommended, such as health counseling as early as possible (starting in primary or secondary school).
VULNERABILITY ANALYSIS OF PESTICIDE POISONING IN FARMERS IN SIMPANG TANJUNG NAN IV VILLAGE, SOLOK REGENCY Irmawartini, Irmawartini; Arlinda, Sari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.3132

Abstract

Desa Simpang Tanjung Nan IV, Kabupaten Solok merupakan daerah pertanian yang menghasilkan tanaman hortikultura. Petani bergantung pada penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama tanaman. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sekitar 82–88% petani menggunakan pestisida secara rutin, dengan frekuensi penyemprotan 2–3 kali per minggu selama musim tanam. Lebih dari 60% petani mencampur dua hingga tiga jenis pestisida berbeda untuk mendapatkan efek cepat, tanpa memperhatikan dosis dan petunjuk pada label kemasan. Letak permukiman masyarakat yang dekat (<100 m) dengan lahan pertanian membuat kondisi masyarakat rentan terhadap keracunan pestisida. Analisis kerentanan dilakukan untuk mengetahui tingkat kerentanan akibat penggunaan pestisida. Penelitian ini merupakan penelitian semi kuantitatif dengan menampilkan data secara deskriptif dan spasial. Sampel adalah kualitas air, tanah dan udara serta wawancara dengan  wali nagari, jorong dan petugas puskesmas sebanyak 11 orang. Analisis kerentanan dilakukan dengan menggabungkan data sekunder dan kualitas lingkungan. di wilayah pertanian Desa Simpang Tanjung Nan IV, Kabupaten Solok pada bulan Januari sampai Desember 2022. Hasil indeks kerentanan sosial menunjukkan dua desa dengan indeks tinggi. Indeks kerentanan ekonomi dapat dilihat dari enam desa yang memiliki indeks tinggi. Indeks kerentanan lingkungan menunjukkan bahwa rata-rata desa memiliki indeks kerentanan lingkungan yang tinggi. Indeks kerentanan keracunan pestisida menunjukkan bahwa lima desa memiliki indeks kerentanan keracunan pestisida yang tinggi. Indeks kerentanan sosial, ekonomi, fisik/lingkungan dan keracunan pestisida di Desa Simpang Tanjung Nan IV cenderung tinggi. Oleh karena itu, pengendalian risiko kerentanan diarahkan pada intervensi perilaku petani, penguatan sistem pemantauan lingkungan, pengembangan dan promosi pestisida hayati untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
PERILAKU SANITASI SEBAGAI PENENTU KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI INDONESIA Arlinda, Sari
Buletin Keslingmas Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i4.5500

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan yang belum teratasi, dimana delapan persen kematian pada anak disebabkan karena diare. Salah satu penyebab diare adalah sanitasi dan perilaku saniter. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku sanitasi sesuai dengan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM); buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dengan aman, mengelola limbah dengan aman dan mengelola sampah dengan benar dan pengaruhnya terhadap kejadian diare anak. Method: penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (crosssectional) dengan menggunakan data survei riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013. Sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Regresi logistik digunakan untuk mengetahui nilai rasio odds kejadian diare berdasarkan perilaku sanitasi. Results: hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian diare rendah pada ibu yang berperilaku saniter. Conclusion: Pengelolaan air minum dan pengelolaan limbah rumah tangga merupakan pilar yang menentukan dalam kejadian diare anak. Ibu sebagai penentu kondisi kesehatan anak perlu meningkatkan pengetahuan agar hidup lebih higienis dan saniter agar anak tercegah dari kejadian diare.
The Mediation Role of Positive Social Attitudes in The Relationship Between Peer Influence and Smoking Behavior in Adolescents Edwin, Vebby Amellia; Harahap, Nurlelasari; Welly, Welly; Husna, Riyana; Darwel, Darwel; Arlinda, Sari
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/edtz6798

Abstract

Smoking among adolescents remains a serious public health problem because most adult smokers start the habit during their school age, while tobacco use causes more than 8 million deaths annually worldwide. Peer influence is thought to be an important factor in the smoking initiation process; however, the mechanisms by which this influence operates are not fully understood yet. This study aimed to analyze the relationship between cigarette offers from friends and smoking behavior in adolescents and to examine the mediating role of positive social attitudes toward smoking. This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2021 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) in Indonesia. Analysis was conducted through bivariate and multivariate logistic regression, as well as mediation analysis, after adjusting for age and sex. The results showed that cigarette offers from friends were strongly associated with smoking behavior (OR=21.7 [15.5–30.4]; p<0.001). A more favorable social attitude toward smoking was also significantly associated with smoking behavior (OR=1.20 [1.01–1.41]; p=0.036) and partially mediated the relationship, as indicated by a decrease in the OR from 21.7 to 20.4 after the mediator was included. It was concluded that peer influence operates not only directly but also through the formation of permissive social attitudes toward smoking. Prevention programs targeting peer group social norms and strengthening smoking cessation skills are recommended, and longitudinal studies are recommended to determine the direction of the relationship more clearly.