Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap sistem pelayanan kesehatan, termasuk terganggunya ketersediaan obat dan penggunaan obat yang rasional pada masyarakat terdampak. Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir di akhir November 2025. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengoptimalkan peran relawan apoteker Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pelayanan langsung pada masa tanggap darurat, meliputi koordinasi lintas sektor, identifikasi kebutuhan, pengelolaan sediaan farmasi, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), alat kesehatan, pelayanan farmasi klinik, serta monitoring dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Gudang Farmasi Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya dan posko kesehatan wilayah terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan relawan apoteker berkontribusi dalam menjaga ketersediaan obat esensial, meningkatkan ketertiban pengelolaan logistik kefarmasian, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional dan aman, khususnya pada kelompok rentan dan pasien penyakit kronis. Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas profesi dalam sistem penanggulangan bencana kesehatan daerah. Dapat disimpulkan bahwa relawan apoteker memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan bencana, baik dari aspek logistik kefarmasian maupun pelayanan farmasi klinik. Penguatan kebijakan dan kapasitas apoteker bencana diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanggulangan bencana di masa mendatang.
Copyrights © 2026