Literasi agama merupakan bagian dari literasi budaya. Kuatnya adat istiadat dan budaya daerah di Toraja Utara berdampak pada literasi agama siswa Muslim. Oleh karena itu diperlukan upaya penguatan literasi agama melalui pendampingan dengan metode service learning. Dosen, mahasiswa tutor, dan pihak sekolah bersama-sama terlibat dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Subjek dampingan yaitu seluruh siswa muslim SMA Toraja Utara. Adapun pihak yang terlibat dalam pengabdian yaitu dosen pendamping, mahasiswa tutor, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru PAI. Pelaksanaan pendampingan melalui 3 tahapan yakni persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Berdasarkan hasil social mapping diperoleh bahwa rendahnya literasi agama siswa dipengaruhi oleh tingginya pergaulan bebas, banyaknya pernikahan beda agama dan kuatnya budaya lokal. Pendampingan literasi agama yang diberikan kepada siswa dilakukan melalui kegiatan intrakulikuler dan kokurikuler. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan rerata literasi keagamaan pada siswa dari 67,56 menjadi 87,44. Kegiatan pendampingan literasi keagamaan perlu diterapkan secara berkesinambungan dari seluruh pihak terkait untuk meningkatkan literasi agama siswa.
Copyrights © 2026