Pembelajaran sastra di kelas sains seringkali dianggap sebagai tantangan tersendiri karena adanya stereotip bahwa siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) cenderung lebih dominan menggunakan logika daripada perasaan. Artikel ini mendeskripsikan proses kreatif penulisan puisi yang terjadi di kelas XI IPA 4. Melalui pendekatan ekspresif dan kontekstual, kegiatan ini berhasil mematahkan stigma tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa XI IPA 4 mampu menghasilkan puluhan sajak yang variatif, mulai dari kritik sosial, kegelisahan akademik, hingga romansa remaja. Puisi memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan kompleks melalui bahasa yang padat makna dan metaforis. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi literasi sastra di kelas sains dapat menjadi katarsis emosional dan sarana pengembangan kreativitas yang efektif.
Copyrights © 2026