Belajar menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa tingkat SD. Keterampilan ini wajib karena tidak dibawa dari lahir tetapi melalui proses pembelajaran. Pembelajaran tidak hanya berbicara soal materi kata dan kalimat, akan tetapi perlu menulis, sebagai salah satu elemen dari empat elemen berbahasa yakni: keterampilan membaca, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis. Kesulitan belajar di area menulis pada anak disebut disgrafia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja kesulitan siswa dalam menulis cerita dan faktor penyebabnya. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas III SD INPRES Liman, yang berlokasi di SD INPRES Liman, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat siswa kelas III SD INPRES Liman, mengalami kesulitan dalam belajar menulis cerita dan menulis pada umumnya, terdapat siswa yang menulis dengan tidak membedakan huruf, ada siswa menulis dengan mengurangi huruf, ada juga siswa yang menulis dengan menambah huruf, dan faktor yang menyebabkan sehingga siswa sulit menulis yakni kurangnya perhatian dari orang tua, siswa tidak siap dalam menulis, karena tidak mengerti huruf atau membedakan huruf, kesiapan guru wali kelas tidak efektif pada saat mengajar dan saat mengajar guru tidak memperhatikan siswa secara individu.
Copyrights © 2025