Sampah diartikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia. Di lingkungan sosial masyarakat, untuk mempermudah penguraian, umunya sampah dikelompokkan menjadi dua bagian sederana; yaitu sampah organik dan sampah anorganik. dibutuhkan pengelolaan sampah yang untuk mengurangi kemungkinan dampak positif dam negatif ke lingkungan. Nilai ekonomis dikelompokkan dalam dampak positif, sedangkan, sumber bau dan kluster penyakit masuk dalam kelompok negatif. Pengetahuan tentang pemisahan sampah untuk mengurangi timbulnya pencemaran lingkungan, akan lebih baik jika diketahui atau dipahami sejak anak-anak. Sampah menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh hampir semua negara di belahan dunia, salah satunya adalah negara Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk yang setiap harinya bertambah menyebabkan timbunan sampah yang dihasilkan setiap harinya juga semakin banyak. Sampah organik maupun non organik yang tidak diolah secara optimal akan memberikan pencemaran terhadap lingkungan dan dampak negatif lainnya terhadap kesehatan manusia. Pengelolaan sampah yang efisien dan optimal dapat dimulai dari tingkat siswa/i sekolah dasar salah satunya adalah di SDN 6 Masbagik Utara, Desa Batuiting, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pengelolaan sampah berupa pembuatan Bak Sampak Organik dan Non-Organik. Melalui kegiatan pengelolaan sampah semenjak usia dini juga diharapkan dapat memberikan edukasi semenjak dini mengenai pemilahan sampah yang baik dan benar.
Copyrights © 2026