Perilaku disruptif pada anak usia dini seperti tantrum, penolakan terhadap instruksi, dan tindakan agresif sering muncul sebagai akibat dari kesulitan anak dalam meregulasi emosi di lingkungan prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disruptif yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi pada anak usia dini di lingkungan prasekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus terhadap seorang anak berusia 5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disruptif muncul secara berulang dan berkaitan dengan kesulitan dalam mengendalikan emosi serta menunda keinginan. Strategi guru bersifat reaktif dan hanya efektif dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menreapkan strategi pembelajaran yang mendukung perkembangan regulasi emosi anak serta menjalin kerja sama yang konsisten dengan orang tua dalam menangani perilaku disruptif.
Copyrights © 2026