Perkembangan kemjuan teknologi dan era disrupsi digital telah menggeser cara manusia memahami tanggung jawab moral dalam ruang publik maupun privat. Transformasi ini memengaruhi konstruksi natur manusia yang selama ini dipahami dalam kerangka antropologi teologis klasik, khususnya terkait imago Dei dan kehendak bebas. Persoalan antara kebenaran objektif dan relativisme digital menantang gereja untuk merumuskan kembali fondasi moralitas Kristen secara sistematik dan relevan. Apalagi fenomena post-truth, dan Intenet Of Thinks, dan polarisasi sosial memperlihatkan terjadinya krisis integritas moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi antara konsep manusia dan moralitas dalam teologi sistematik serta merumuskan implikasi eklesiologisnya di era disrupsi digital. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan teologi sistematik-kritis melalui analisis literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi antropologi teologis yang berakar pada konsep imago Dei memperlihatkan bahwa martabat dan tanggung jawab moral manusia tetap normatif di tengah disrupsi digital. Krisis post-truth dan relativisme digital menuntut pembaruan etika Kristen yang berlandaskan kebenaran Injil sebagai fondasi pembentukan kekristenan yang sehat.
Copyrights © 2026