Artikel ini mengkaji penggunaan kritik historis dalam teologi Perjanjian Baru oleh para teolog yang ada di Indonesia khususnya dosen-dosen prodi teologi di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang. Dengan pendekatan deskriptif historis dan kritik komparatif, peneliti dapat memperoleh titik temu dari pandangan teologi para teolog tersebut mengenai penggunaan kritik historis dalam teologi Perjanjian Baru. Setelah data terkumpul melalui wawancara maka peneliti mengelompokkan data-data tersebut ke dalam sejumlah unit analisis yang satu dengan lainnya tersusun secara sistematis. Temuan pertama dari studi ini adalah dosen prodi teologi STT KAO memiliki pandangan bahwa pendekatan kritik historis bisa digunakan sebagai alat bantu untuk memahami teks Alkitab dan bukan untuk mengkritisinya sehingga menimbulkan keraguan sebagai wahyu Allah. Kedua, dosen STT KAO juga memakai pendekatan kritik historis untuk mengafirmasi apa yang sudah disampaikan oleh teks Alkitab. Ketiga, dosen STT KAO memberikan masukan untuk berhati-hati dalam menggunakan pendekatan ini karena kalau tidak bijaksana dalam menggunakannya maka bisa terseret dalam semangat awal pendekatan ini yaitu untuk menjatuhkan otoritas Alkitab sebagai wahyu Allah sehingga Alkitab disamakan dengan dokumen atau buku pada umumnya.
Copyrights © 2026