Penelitian ini membahas mengenai transformasi ekonomi dan kebijakan luar negeri Arab Saudi dalam kerangka Vision 2030 serta implikasinya terhadap diversifikasi ekonomi, diplomasi regional, dan dinamika hak asasi manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi dokumen, penelitian ini menelaah sumber-sumber sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan kajian akademik untuk memahami arah perubahan strategi Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vision 2030 menjadi instrumen utama dalam mengurangi ketergantungan pada minyak melalui penguatan sektor non-migas, pengembangan energi terbarukan, reformasi tata kelola ekonomi, dan proyek strategis seperti NEOM sebagai sarana menarik investasi global. Di sisi eksternal, Arab Saudi menggeser pendekatan kebijakan luar negerinya dari pola konfrontatif menuju pragmatisme geoekonomi dan diplomasi multilateral melalui GCC, OIC, BRICS, serta kerjasama dengan Tiongkok. Namun demikian, transformasi ini belum sepenuhnya menghilangkan persoalan hak asasi manusia, karena represi domestik dan kritik terhadap transparansi proyek menjadi tantangan bagi legitimasi internasional Saudi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonsiliasi regional dan diplomasi ekonomi telah memperkuat posisi Saudi sebagai aktor utama dalam tatanan multipolar Timur Tengah.
Copyrights © 2026