Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sekaligus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara pemberdayaan UMKM dan peningkatan gizi dalam implementasi Program MBG dari perspektif pembangunan sosial, dengan ruang lingkup pada aspek kebijakan, pelaksanaan, dan keterlibatan aktor lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur serta analisis data sekunder yang bersumber dari media massa dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara aspek gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh pendekatan kebijakan yang masih bersifat sektoral, penggunaan makanan matang yang berisiko terhadap kualitas gizi, keterbatasan pemanfaatan bahan pangan lokal, serta belum maksimalnya pelibatan UMKM dalam rantai penyediaan. Selain itu, ditemukan pula kendala pada aspek efisiensi pembiayaan dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan penguatan kebijakan yang lebih integratif dan kolaboratif, dengan menempatkan UMKM sebagai aktor utama serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan Program MBG.
Copyrights © 2026