Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas pemaknaan puisi yang tidak dapat dipahami secara literal, sehingga memerlukan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna puisi Sehabis Sembahyang karya Joko Pinurbo dengan menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, serta identifikasi matriks, model, dan varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik puisi menampilkan peristiwa yang tampak realistis, sedangkan secara hermeneutik mengandung kritik terhadap kesalehan semu yang dipenuhi kepentingan material dan mengabaikan nilai kemanusiaan. Matriks puisi berpusat pada ironi religius dan ketimpangan sosial, yang dimodelkan melalui oposisi antara tokoh “aku” dan “kau”, serta diperkuat oleh varian-varian berupa doa materialistis, penderitaan sosial, dan ironi simbolik. Kesimpulannya, puisi ini menegaskan bahwa praktik religius tanpa empati sosial menghasilkan paradoks moral. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semiotika sastra Indonesia, khususnya penerapan teori Riffaterre pada puisi kontemporer.
Copyrights © 2026