Perkembangan teknologi digital telah menggeser paradigma komunikasi masyarakat modern, di mana bahasa tidak lagi dipandang sebagai sistem formal yang statis, melainkan sebagai entitas sosial yang dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang bentuk, makna, dan fungsi bahasa slang di media sosial sebagai inovasi materi pembelajaran sosiolinguistik yang relevan dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat terhadap unggahan populer di platform Instagram dan TikTok selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk slang seperti yolo, ragebait, dan delulu yang terbentuk melalui proses akronim, pemaduan kata (blending), serta pemendekan istilah (clipping). Penggunaan slang ini berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional yang intens, penguat identitas kelompok (khususnya Generasi Z dan Alfa), serta strategi komunikasi efisien yang mampu menembus batas-batas formalitas di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa gaul merupakan respon alami terhadap kecepatan interaksi media sosial yang menuntut efektivitas pesan tanpa mengabaikan aspek solidaritas sosial antarpenutur. Dinamika kebahasaan ini sangat potensial diintegrasikan sebagai materi ajar sosiolinguistik yang inovatif agar siswa dapat memahami hubungan nyata antara bahasa dan masyarakat tutur secara kritis, kontekstual, serta mampu membedakan penggunaan variasi bahasa sesuai dengan situasi sosialnya. Dengan menjadikan fenomena viral sebagai objek kajian ilmiah, pembelajaran bahasa diharapkan menjadi lebih hidup, menarik, dan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik di tengah pesatnya perubahan zaman.
Copyrights © 2026