Penelitian ini menganalisis manipulasi linguistik dalam judul berita clickbait pada media online dan dampaknya terhadap kemampuan membaca informasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap judul berita pada rentang waktu Oktober 2024 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan sengaja memanfaatkan penghilangan elemen kalimat, homonim ambigu, dan interjeksi yang bersifat persuasif guna menciptakan celah informasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca. Kegiatan ini terbukti menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat dan merusak cara berpikir serta berbicara mereka. Penelitian ini menyarankan agar analisis kritis terhadap teks media dimasukkan ke dalam kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan kognitif siswa di zaman digital.
Copyrights © 2026