Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan nasional. Menurut World Health Organization (WHO), satu dari lima orang dewasa menderita hipertensi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi juga mengalami peningkatan berdasarkan data Riskesdas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologi, seperti pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Namun, pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pulau Banyak terkait pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah interaktif serta edukasi pengolahan dan konsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, kalium, dan antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan pengurangan stres oksidatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Edukasi ini menjadi strategi efektif dalam pengendalian hipertensi berbasis sumber daya lokal.
Copyrights © 2026