Penggunaan gawai sebagai "pengasuh digital" bagi bayi usia 0-2 tahun telah menjadi tren yang mengkhawatirkan karena potensi intervensi negatif terhadap kemandirian dan perkembangan sensori anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara stimulasi sensory-play fisik dengan paparan konten digital (YouTube Kids) terhadap tingkat ketenangan bayi, dengan menggunakan pendekatan Teori Medan Kurt Lewin yang menekankan perilaku sebagai fungsi dari interaksi individu dan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental komparatif, di mana subjek penelitian diberikan intervensi berupa stimulasi fisik selama 30 menit, kemudian dibandingkan dengan kelompok yang terpapar konten media digital. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan, di mana bayi yang menerima stimulasi fisik menunjukkan tingkat ketenangan yang jauh lebih tinggi dan perilaku yang lebih stabil dibandingkan kelompok yang terpapar YouTube Kids. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan fisik yang kaya akan interaksi sensorik lebih optimal dalam mendukung stabilitas emosional dan kemandirian bayi daripada stimulasi digital. Kesimpulannya, ketergantungan orang tua terhadap gawai sebagai pengasuh perlu diminimalisasi dan dialihkan pada aktivitas interaksi fisik untuk menstimulasi perkembangan psikologis yang sehat pada fase usia dini
Copyrights © 2026