Usaha mikro dan kecil memegang peranan penting dalam mendorong perekonomian masyarakat, tetapi kerap menghadapi hambatan berupa keterbatasan modal. Untuk mengatasi masalah tersebut, lembaga keuangan syariah seperti KSPPS BMT NU menghadirkan program pembiayaan LASISMA, yaitu skema pembiayaan berbasis kelompok dengan sistem tanggung renteng. Program ini bertujuan membantu anggota mendapatkan akses permodalan sekaligus meningkatkan pemberdayaan dan keberlanjutan usaha mikro dan kecil di KSPPS BMT NU Cabang Jelbuk Jember. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran pembiayaan LASISMA dalam mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan usaha mikro dan kecil di KSPPS BMT NU Cabang Jelbuk Jember. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian menggunakan teknik purposive. Kemudian, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, validitas data diverifikasi dengan menerapkan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan LASISMA di KSPPS BMT NU Cabang Jelbuk telah berfungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang efektif dalam meningkatkan kemandirian usaha para nasabah. Keberhasilan program ini dapat dilihat dari perkembangan usaha yang dijalankan, seperti bertambahnya kapasitas produksi maupun peningkatan omzet penjualan. Dampak tersebut berkontribusi pada perbaikan kondisi ekonomi nasabah, ditandai dengan meningkatnya pendapatan dan terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Selain itu, hubungan sosial antar nasabah yang semakin erat turut mendukung perkembangan usaha mereka. Ditinjau dari pendekatan Triple Bottom Line (pilar profit, pilar people, dan pilar planet) pembiayaan LASISMA di BMT NU Cabang Jelbuk juga mampu mendorong keberlanjutan usaha nasabah.
Copyrights © 2026