Penelitian ini mengkaji polarisasi politik dalam era media sosial melalui pendekatan bibliometrik serta menelaah relevansi prinsip Siyasah Syar’iyyah dalam etika komunikasi politik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran media sosial dalam memperkuat echo chamber, filter bubble, misinformasi, dan disinformasi politik yang memperdalam perpecahan sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan dukungan aplikasi Publish or Perish dan analisis visual bibliometrik menggunakan VOSviewer terhadap literatur periode 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan dalam literatur global berpusat pada media sosial, fake news, political disinformation, algorithm, dan participation. Namun, integrasi nilai-nilai etika komunikasi Islam, khususnya Siyasah Syar’iyyah, masih sangat terbatas dalam diskursus akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, persatuan, dan tabayyun memiliki relevansi kuat sebagai landasan normatif untuk membangun komunikasi politik digital yang lebih etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
Copyrights © 2026