Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Hukum Tentang Kenakalan Remaja Sejak Dini Bagi Peserta Didik Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Krissi Wahyuni; Aris Suhendar; Christian Daniel Hermes; Netty Mewahaty Simbolon; Wahyunita Sitinjak; Mardin Silalahi; Johan Alfred Sarades Silalahi; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gtz0r260

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi, pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan di masyarakat oleh peserta didik, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi mengenai kenakalan remaja dan aturan hukum.Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi berbentuk metode ceramah, dengan memberikan materi dan diskusi serta tanya jawab. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang hukum bagaimana perlunya ilmu pengetahuan secara umum tentang kenakalan remaja. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi para masyarakat untuk menghindari masalah-masalah hukum dan memahami solusi-solusi hukum. Pentingnya pengetahuan hukum tentang kenakalan remaja bagi peserta didik, dapat diimplementasikan kepada seluruh masyarakat sekitar bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku buruk yang harus dirubah dan dihilangkan pada kalangan peserta didik, guna menciptakan masyarakat yang teratur, rukun dan jauh dari perilaku kejahatan di masyarakat
POLARISASI POLITIK DALAM ERA MEDIA SOSIAL: KAJIAN BIBLIOMETRIK ETIKA KOMUNIKASI POLITIK DAN RELEVANSI SIYASAH SYAR’IYYAH Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih; Ahmad Bakri; Nurul Hikmah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c2ycyq62

Abstract

Penelitian ini mengkaji polarisasi politik dalam era media sosial melalui pendekatan bibliometrik serta menelaah relevansi prinsip Siyasah Syar’iyyah dalam etika komunikasi politik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran media sosial dalam memperkuat echo chamber, filter bubble, misinformasi, dan disinformasi politik yang memperdalam perpecahan sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan dukungan aplikasi Publish or Perish dan analisis visual bibliometrik menggunakan VOSviewer terhadap literatur periode 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan dalam literatur global berpusat pada media sosial, fake news, political disinformation, algorithm, dan participation. Namun, integrasi nilai-nilai etika komunikasi Islam, khususnya Siyasah Syar’iyyah, masih sangat terbatas dalam diskursus akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, persatuan, dan tabayyun memiliki relevansi kuat sebagai landasan normatif untuk membangun komunikasi politik digital yang lebih etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF SEBAGAI PRAKTIK KOMUNIKASI SOSIAL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI: STUDI SOSIOLOGI KOMUNIKASI INTEGRASI MAHASISWA MBKM DALAM PEMBELAJARAN Krissi Wahyuni Saragih; Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak; Aris Suhendar; Nayla Anshari; Manat Hutapea
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/npakm414

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kolaboratif sebagai praktik komunikasi sosial di Madrasah Aliyah Negeri dalam integrasi mahasiswa Asistensi Mengajar Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) pada proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pematangsiantar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif dijalankan melalui komunikasi dialogis, pembagian peran yang dinegosiasikan, serta pendampingan berkelanjutan antara kepala madrasah, guru pamong, dan mahasiswa MBKM. Praktik tersebut mencerminkan mekanisme distributed leadership yang memungkinkan mahasiswa MBKM berperan sebagai mitra pedagogis tanpa mengganggu koherensi pembelajaran dan budaya madrasah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi MBKM sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi kepemimpinan sebagai praktik sosial dalam institusi pendidikan berbasis keagamaan.
THE CONTRIBUTION OF THE FIRST PRINCIPLE OF PANCASILA TO THE FORMATION OF MODERATE RELIGIOUS CHARACTER IN THE DISRUPTION ERA Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25950

Abstract

This study examines the contribution of the first principle of Pancasila to the formation of moderate religious character among youth in the era of digital disruption. The growing phenomenon of religion-based intolerance in digital spaces serves as a significant background for this inquiry. The aim of the research is to evaluate the extent to which the value of Belief in One Supreme God can be internalized within education and religious social life. The method employed is a meta-analysis literature review by analyzing academic studies from the past five years. Data were collected through systematic searches of reputable journals and analyzed using content analysis techniques and bibliometric visualization. The findings indicate that the value of divinity holds great potential in shaping tolerant religiosity, yet its implementation remains suboptimal. This study recommends the strategic integration of divine values into curricula and digital religious literacy initiatives.