Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan strategi terapi yang efektif dan berkelanjutan. Keterbatasan terapi farmakologis seperti efek samping, biaya tinggi, dan kegagalan terapi jangka panjang mendorong pengembangan agen antidiabetes berbasis bahan alam. Daun binahong (Anredera cordifolia) secara empiris digunakan sebagai penurun kadar gula darah dan berpotensi sebagai agen antidiabetes. Artikel ini mereview aktivitas antidiabetes daun binahong berdasarkan 15 studi praklinis (2011–2025) yang mencakup penelitian in vivo, in vitro, dan molekuler. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada berbagai model hewan diabetes dalam rentang dosis tertentu, dengan efektivitas yang pada beberapa penelitian sebanding dengan obat antidiabetes oral standar. Selain efek hipoglikemik, daun binahong juga menunjukkan aktivitas pendukung berupa perbaikan kondisi metabolik, perlindungan terhadap komplikasi diabetes, serta perbaikan fungsi sel β pankreas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes daun binahong bersifat multifaktorial dan konsisten pada berbagai model uji. Review ini menegaskan bahwa daun binahong memiliki aktivitas antidiabetes multifaktorial yang konsisten pada berbagai model praklinis, dengan mekanisme melibatkan regulasi insulin, aktivasi GLUT4, penghambatan α-glukosidase, serta perlindungan sel β pankreas. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terpadu antara efektivitas, mekanisme molekuler, dan pola dosis efektif. Namun, standarisasi ekstrak dan uji klinis masih diperlukan sebelum implementasi klinis.
Copyrights © 2026