Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

219-13FR Sacha inchi oil-based nanoemulsion of bay leaf (syzygium polyanthum) and binahong leaf (anredera cordifolia) extracts and in vitro release using a dialysis membrane Hidayat, Dudy Agustian; Jafar, Garnadi; Rachmawati, Winasih; Aliza, Rieztya; Ratmoko, Sulthan Abdul Basith
Science Midwifery Vol 14 No 1 (2026): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v14i1.2327

Abstract

This study aimed to develop and characterize a nanoemulsion system containing combined extracts of bay leaf (Syzygium polyanthum) and binahong leaf (Anredera cordifolia) using sacha inchi oil, and to evaluate its in vitro release profile using a dialysis membrane method. The extracts were prepared by maceration using 96% ethanol and characterized through physicochemical and phytochemical analyses. Nanoemulsions were formulated using Cremophor RH40 and PEG 400, followed by homogenization and sonication. The formulations were evaluated for particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, and morphology. The results showed that the optimized formulation (NEC5) exhibited the smallest particle size (130.06 ± 56.66 nm), acceptable PDI (0.45 ± 0.12), and moderate zeta potential (−14.15 ± 4.88 mV), indicating good stability. Morphological analysis confirmed spherical and uniformly distributed droplets. In vitro release studies demonstrated an initial burst release followed by a more controlled release pattern, with the nanoemulsion showing more stable release compared to the extract. In conclusion, the nanoemulsion system successfully improved the physicochemical properties and controlled release behavior of the plant extracts, indicating its potential as an effective delivery system for plant-derived bioactive compounds.
REVIEW ARTIKEL: POTENSI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) SEBAGAI AGEN ANTIDIABETES Aliza, Rieztya; Kusriani, R Herni; Jafar, Garnadi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1901

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan strategi terapi yang efektif dan berkelanjutan. Keterbatasan terapi farmakologis seperti efek samping, biaya tinggi, dan kegagalan terapi jangka panjang mendorong pengembangan agen antidiabetes berbasis bahan alam. Daun binahong (Anredera cordifolia) secara empiris digunakan sebagai penurun kadar gula darah dan berpotensi sebagai agen antidiabetes. Artikel ini mereview aktivitas antidiabetes daun binahong berdasarkan 15 studi praklinis (2011–2025) yang mencakup penelitian in vivo, in vitro, dan molekuler. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada berbagai model hewan diabetes dalam rentang dosis tertentu, dengan efektivitas yang pada beberapa penelitian sebanding dengan obat antidiabetes oral standar. Selain efek hipoglikemik, daun binahong juga menunjukkan aktivitas pendukung berupa perbaikan kondisi metabolik, perlindungan terhadap komplikasi diabetes, serta perbaikan fungsi sel β pankreas. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes daun binahong bersifat multifaktorial dan konsisten pada berbagai model uji. Review ini menegaskan bahwa daun binahong memiliki aktivitas antidiabetes multifaktorial yang konsisten pada berbagai model praklinis, dengan mekanisme melibatkan regulasi insulin, aktivasi GLUT4, penghambatan α-glukosidase, serta perlindungan sel β pankreas. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis terpadu antara efektivitas, mekanisme molekuler, dan pola dosis efektif. Namun, standarisasi ekstrak dan uji klinis masih diperlukan sebelum implementasi klinis.