Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut kesiapan guru secara pedagogik, profesional, dan digital, serta optimalisasi pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai instrumen pendukung kebijakan. Meskipun secara konseptual kurikulum ini memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada guru, realitas di lapangan menunjukkan adanya variasi kesiapan dan pemanfaatan platform digital, khususnya di wilayah non-perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru, proses implementasi Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan PMM di Sekolah Dasar Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada enam sekolah dasar, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk menjamin kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum telah berjalan secara struktural dan administratif, namun secara substantif masih berada pada tahap adaptasi berkembang. Pemanfaatan PMM berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi guru yang aktif mengaksesnya, tetapi belum merata karena keterbatasan literasi digital, waktu, dan dukungan struktural.
Copyrights © 2026