One strategic approach to instilling religious values in early childhood is performing the Dhuha prayer. However, when implemented in the field, there are often many problems related to methods and children's responses. The purpose of this study is to describe the methods used by teachers to instill the habit of Dhuha prayer in early childhood at the Pra-Kuttab Darul Ulum Islamic School. This research was conducted using a qualitative approach and a case study design. Data collection included participant observation, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation review. The Miles and Huberman interactive model was used for data analysis. This study identified four main approaches used by teachers: structured and phased program planning; implementation through examples, reward systems, and fun practice methods; and ongoing evaluation of children's development, as well as providing adaptive solutions to problems such as lack of focus and parental involvement. Consistent and adaptive teacher strategies are crucial to the success of the Dhuha prayer habit program. To maintain this habit, schools and families must work together better. ABSTRAK Salah satu pendekatan strategis untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak usia dini adalah dengan melaksanakan shalat Dhuha. Namun, ketika diimplementasikan di lapangan, seringkali terdapat banyak masalah terkait metode dan respons anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode yang digunakan oleh guru untuk menanamkan kebiasaan shalat Dhuha pada anak usia dini di Ulama Pra-Kttab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta peninjauan dokumentasi. Model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data. Penelitian ini mengidentifikasi empat pendekatan utama yang digunakan oleh guru: perencanaan program yang terstruktur dan bertahap; implementasi melalui contoh, sistem penghargaan, dan metode praktik yang menyenangkan; dan evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan anak, serta memberikan solusi adaptif terhadap masalah seperti kurangnya fokus dan keterlibatan orang tua. Strategi guru yang konsisten dan adaptif sangat penting untuk keberhasilan program kebiasaan shalat Dhuha. Untuk mempertahankan kebiasaan ini, sekolah dan keluarga harus bekerja sama dengan lebih baik.
Copyrights © 2026