Peningkatan kebutuhan energi berkelanjutan telah menunutut pengembangan Microbial Fuel Cell (MFC) sebagai teknologi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola produksi listrik Bacillus licheniformis strain KGEB16 yang diamobilisasi pada sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi konsentrasi natrium alginat (2%, 3%, 4%, 5%, dan 6%) serta lima ulangan. Proses amobilisasi sel dilakukan dengan metode entrapment menggunakan natrium alginat, sedangkan pengukuran tegangan listrik dilakukan setiap 2 jam selama periode inkubasi 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan (Duncan Multiple Range Test/DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola produksi listrik mengalami peningkatan secara bertahap sejak awal inkubasi hingga mencapai puncak pada jam ke-20, kemudian menurun pada jam ke-22 hingga 24. Tegangan tertinggi diperoleh pada konsentrasi natrium alginat 5%, sedangkan tegangan terendah diperoleh pada konsentrasi 2%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi natrium alginat berpengaruh signifikan terhadap pola produksi listrik, dengan konsentrasi optimum sebesar 5% pada sistem MFC.
Copyrights © 2026