Rendahnya literasi kesehatan terkait penyakit menular seksual (PMS), seperti kondiloma akuminata, memicu stigma sosial dan minimnya kesadaran preventif, termasuk vaksinasi HPV. Penelitian ini menganalisis efektivitas retorika Dr. Amira, Sp.OG, dalam video TikTok sebagai media edukasi kesehatan, menggunakan teori Aristoteles (ethos, pathos, logos) dan lima prinsip retorika klasik (inventio, dispositio, elocutio, memoria, pronuntiatio). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis video TikTok yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa Dr. Amira efektif memanfaatkan kredibilitas profesional (ethos), pendekatan emosional (pathos), dan informasi berbasis bukti (logos) untuk meningkatkan pemahaman audiens. Gaya bahasa yang sederhana dan penyampaian persuasif berhasil memengaruhi sikap penonton terhadap pentingnya pencegahan PMS melalui edukasi dan vaksinasi. Penelitian ini menegaskan potensi media sosial sebagai alat komunikasi kesehatan yang mampu meningkatkan literasi, mengurangi stigma, dan mendorong tindakan preventif berbasis bukti.
Copyrights © 2025