Jurnal Dimensi
Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Dimensi (March 2026)

Perilaku Ekonomi Dan Transformasi Sosio-Struktural Masyarakat Agraris Sumatera Utara: Analisis Komparatif Sektor Perkebunan Kelapa Sawit, Tanaman Palawija, Dan Hasil Hutan Bukan Kayu

Nasution, Ade Parlaungan (Unknown)
Ramadhan, Denny Ammari (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 May 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ekonomi dan transformasi sosio-struktural masyarakat agraris di Provinsi Sumatera Utara melalui pendekatan komparatif pada tiga sektor utama, yaitu perkebunan kelapa sawit, tanaman palawija, dan hasil hutan bukan kayu (kemenyan). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya perbedaan karakteristik produksi, struktur pasar, serta akses terhadap sumber daya ekonomi yang memengaruhi pola adaptasi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain komparatif, berbasis data sekunder yang diperoleh melalui studi literatur, laporan institusi, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam perilaku ekonomi antar sektor. Masyarakat pada sektor kelapa sawit memiliki tingkat integrasi yang tinggi terhadap pasar global dan lembaga keuangan formal, yang memungkinkan terciptanya pendapatan yang relatif stabil dalam jangka pendek. Namun, kondisi ini juga meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga internasional serta menimbulkan ketergantungan terhadap pasar dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sebaliknya, petani palawija berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan domestik, tetapi menghadapi berbagai kendala struktural seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses teknologi, serta dominasi tengkulak dalam sistem distribusi. Sementara itu, masyarakat pengelola hasil hutan bukan kayu menunjukkan tingkat ketahanan ekonomi yang lebih tinggi melalui diversifikasi sumber pendapatan, pengelolaan sumber daya jangka panjang, serta dukungan kuat dari modal sosial dan nilai budaya lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa transformasi agraris di Sumatera Utara bersifat diferensiatif dan tidak berlangsung secara linear. Integrasi dengan pasar modern tidak selalu menjamin peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan, sementara sistem ekonomi berbasis lokal justru menunjukkan tingkat resiliensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan holistik, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan ekonomi lokal, peningkatan akses terhadap pembiayaan yang adil, pembangunan infrastruktur pedesaan, serta pengembangan strategi diversifikasi ekonomi untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agraris dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Copyrights © 2026