Pendidikan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis agar mampu hidup mandiri dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan model analisis data mengalir. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa tunagrahita ringan yang mengikuti program tata boga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru pendamping, dan orang tua, serta observasi langsung menggunakan lembar unjuk kerja dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengembangan program vokasional tata boga di SLB Negeri 1 Denpasar dilakukan melalui 3 tahap utama yakni tahapĀ pembuka, tahap inti dan penutup. Adapun asesmen awal untuk memetakan minat dan bakat siswa, penyusunan program yang disesuaikan dengan kemampuan individu, pembuatan jadwal pelaksanaan yang teratur dan evaluasi rutin untuk mengukur capaian pembelajaran. Dampak dari program ini menunjukan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemandirian dan keterampilan siswa. Siswa mengalami peningkatan kemampuan dalam menyiapkan makanan atau bekal secara mandiri, mengoperasikan alat masak sederhana, serta bertanggungjawab dalam membersihkan area dapur. Program ini membuktikan bahwa pelatihan vokasi yang intensif dan berulang dapat membekali siswa tunagrahita ringan dengan keterampilan hidup untuk masa depan mereka.
Copyrights © 2026