Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan dan dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Namun, capaian pemeriksaan IVA pada WUS masih tergolong rendah di wilayah kerja Puskesmas Aranio yaitu pada tahun 2023 hanya 48 orang (4%) dari total 1.462 WUS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap WUS dengan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Aranio tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 WUS dari populasi WUS 1.462 menggunakan teknik non probability purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil kesimpulan menggunakan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Hasil penelitian menggunakan analisis univariat menunjukkan berdasarkan hasil penelian responden memiliki tingkat pengetahuan cukup mengenai pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 40 orang (42,6%), yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 28 orang (29,8%), dan pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (27,7%). Responden memiliki sikap mendukung terhadap pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 57 orang (60,6%) dan responden yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 37 orang (39,4%). Responden tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 51 orang (54,3%) dan yang bersedia melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 43 orang (45,7%) dan bivariat menunjukkan hubungan pengetahuan terhadap pemeriksaan IVA p-value = 0,043 (p < 0,05), dan hubungan sikap terhadap pemeriksaan IVA p-value = 0,010 (p < 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh, ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan WUS dengan pemeriksaan IVA dan ada hubungan yang signifikan antara sikap WUS dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA.
Copyrights © 2026