Penelitian ini mengkaji relasi antara kemajuan ilmu bedah dan faktor sosio-kultural dalam peradaban Islam sebagai sebuah konstruksi historis-intelektual yang saling mempengaruhi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa perkembangan ilmu bedah dalam dunia Islam klasik tidak hanya ditentukan oleh aspek keilmuan semata, tetapi juga oleh dukungan nilai-nilai budaya, agama, politik, dan institusi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor sosio-kultural berkontribusi terhadap kemajuan ilmu bedah serta bagaimana praktik bedah turut membentuk dinamika peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-analitis, melalui studi literatur terhadap karya-karya ilmuwan Muslim serta dokumen sejarah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu bedah dalam peradaban Islam dipengaruhi oleh kuatnya etos keilmuan, dukungan penguasa, lembaga pendidikan seperti rumah sakit (bimaristan), serta nilai religius yang mendorong pencarian ilmu sebagai ibadah. Selain itu, interaksi lintas budaya melalui proses translasi turut memperkaya perkembangan ilmu ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemajuan ilmu bedah tidak dapat dipisahkan dari konteks sosio-kultural yang melingkupinya. Temuan ini penting sebagai dasar rekonstruksi paradigma integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya dalam pengembangan ilmu kedokteran modern.
Copyrights © 2026