p-Index From 2021 - 2026
4.905
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konseling dan Pendidikan IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Jurnal Ilmiah Peuradeun QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama At-Turats Jurnal Studi Al-Qur'an ALQALAM AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Madinah: Jurnal Studi Islam International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Isema : Islamic Educational Management Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Jurnal Dakwah dan Komunikasi International Journal of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Jurnal Iman dan Spiritualitas Cons-Iedu: Islamic Guidance and Counseling Journal Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur'an and Tafsir International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Tazkiyya: Jurnal Keislaman, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Journal of Education Sciences (Edusci) Journal of Leadership, Management and Policy in Education Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Multidisciplinary Indonesian Center Journal Al-Hasyimi : Jurnal Ilmu Hadis ILJ: Islamic Learning Journal Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMIKIRAN PENDIDIKAN SPIRITUAL SYAIKH 'ABD AL-QADIR AL-JILANIY Badrudin, Badrudin
Al Qalam Vol 32 No 1 (2015): January - June 2015
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1984.389 KB)

Abstract

The Principles of Islam requirehuman to maintain and improve their moral values BuT in fact, many Moslems face problems of moral deteriora tion, crisis of beliefs, and moral decadence that happenin all aspects of life. This moral deterioration is often associated by the experts of education with the failure of educat ion. The failure of education relates to the education system that has various components that affect each other. The elements needed in the education system are the goal of education , educators, students, tool s, and natural surroundings. The results of this study indicate that the essence of spiritual learning obligations according to Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jilaniy is araising the total of truth towards Allah SWT's path. The aims of the learning areto implement knowledge and clean the heart (tazkiyyah al-nafs) from worldly characters and the lust of dirtiness to ma'rifatullah. Spiritual educators are those who practice the law of Allah, clean the heart and guide students to the safety of life in the Hereafter . Learners constantly face Allah and obey Him, do not meet the call besides Allah, listen to the call of Allah and implement everything stated in the Qur ·an and the Prophet tradition. Teaching method used is the method of mau'izhah, sima', ahwal , and muhasabah fial-nafs (introspection). Educational materials are based on the basics of spiritual education in the Qur'an, the Prothet tradition. and the opinion of Muslim religious leaders who have noble characters and integrate science. Moral education is the core of Islamic education. The implications of the spiritual educational thought of Syaikh 'Abd al-Qadir al-Jilaniy toward the reality of Islamic education in Indonesia is the emphasis of moral education that leads to a balance relationship between the exoteric and esoteric aspects of the learning process.
The Building Islamic Humanism in The Context of Peoples Benefit Badrudin, Badrudin
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 10 (2020): October 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i10.3312

Abstract

The purpose of this study is a means to realize the importance of humanitarian education in building Islamic humanism and understanding the urgency of its values. Islamic law basically contains the values of universal humanism. This is apparent in syari’a that was born as a mercy to the universe. Islamic Humanism departs from empirical social reality and human condition. Religion is interpreted in a contextual manner, resulting in a process of dialogue between text and reality, between normativity and historicity. That way space can be open to the fulfillment of humanity. In general, humanism means the dignity and worth of every human being, and all efforts to enhance his natural abilities ( physical non-physical) in full. And humanism can be simply understood as an effort to affirm the humanity of man.
PENDIDIKAN KARAKTER DI RUMAH TANGGA Badrudin Badrudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup berkeluarga tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri dan anak. Lebih dariitu, keluarga memiliki fungsi dan peranan yang signifikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.Kerugian terbesar pada hari kiamat nanti adalah ketika kita kehilangan keluarga yang kita sayangi.Untuk itu, ada beberapa hal yang harus terjawab dalam pembahasan tulisan berikut ini, yaitu: (1) Bagaimana pendidikan keluarga itu, dan apa tujuan hidup berumah tangga? (2) Bagaimanaprogram-programnya ? (3) Seperti apa prosedur dalam berumah tangga itu ?, dan (4) Bagaimanabentuk evaluasinya ? pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab apabila memahami hakikat hidupberumahtangga sesuai tuntunan syari’at Allah dan Rasul-Nya.Jenis penelitian yang digunakan penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkanuntuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalamkegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku, internet, dan beberapatulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini.Kata kunci: Keluarga, rumah tangga, dan syari’at Allah.
PENDIDIKAN KARAKTER DI RUMAH TANGGA Badrudin Badrudin
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup berkeluarga tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri dan anak. Lebih dariitu, keluarga memiliki fungsi dan peranan yang signifikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.Kerugian terbesar pada hari kiamat nanti adalah ketika kita kehilangan keluarga yang kita sayangi.Untuk itu, ada beberapa hal yang harus terjawab dalam pembahasan tulisan berikut ini, yaitu: (1) Bagaimana pendidikan keluarga itu, dan apa tujuan hidup berumah tangga? (2) Bagaimanaprogram-programnya ? (3) Seperti apa prosedur dalam berumah tangga itu ?, dan (4) Bagaimanabentuk evaluasinya ? pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab apabila memahami hakikat hidupberumahtangga sesuai tuntunan syari’at Allah dan Rasul-Nya.Jenis penelitian yang digunakan penelitian perpustakaan (Library Research), dimaksudkanuntuk mendapatkan informasi secara lengkap dan menentukan tindakan yang diambil dalamkegiatan ilmiah. Dalam penelitian ini data diolah dan digali dari berbagai buku, internet, dan beberapatulisan yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini.Kata kunci: Keluarga, rumah tangga, dan syari’at Allah.
KONSEP TASAWUF DALAM PERSPEKTIF HADIS NABAWI Badrudin .
Holistic al-Hadis Vol 7 No 2 (2021): July -December (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v7i2.5448

Abstract

Tasawuf menjadi konsep yang secara amaliah sudah tumbuh sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi utusan Allah, baik dalam segi tradisi, perbuatan, maupun amaliah keseharian. Nilai-nilai tasawuf sudah terjadi pada umat sebelumnya baik dalam agama-agama samawi (Yahudi dan Nasrani); maupun dalam agama-agama ardhi (Budha dan Hindi). Lalu pemikiran tradisi itu menyentuh dalam dunia pemikiran Islam. Setelah itu terjadi pro kontra tentang tasawuf dalam dunia Islam, apakah itu bukti pengaruh dari agama lain atau memang murni dari prinsip-prinsip Islam sendiri yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam pemahaman tasawuf Islami murni ternyata dalam Hadis-hadis Nabawi banyak diungkapkan tentang pentingnya mengutamakan kehidupan akhirat, dan prinsip-prinsip hidup sufistik yang mengedepankan pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan gemerlap duniawi yang melalaikan hati manusia. Kemudian menemukan jalannya dalam realitas umat Islam dan berkembang hingga mencapai tujuan puncaknya dalam riyadhah-riyadhah Islamiyah yang diajarkan dalam Sunnah Nabawiyah. Demikian itu berlanjut dalam kajian kitab-kitab sufistik dan tafsir-tafsir isyari yang menjelaskannya dan telah diletakkan dasar-dasar dan kaidah-kaidahnya pada abad ke-empat dan ke-lima hijriyah. Jadi dapat ditemukan hadis-hadis Nabawi yang menginformasikan arti penting dzikrullah, muqarabah, muraqabah, mengutamakan kepentingan akhirat dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang mmenyebabkan hati lupa kepada Sang Maha Kuasa.
Peserta Didik dalam Perspektif Al-Qur’an (Interpretasi QS. at-Taubah: 122 dan al-Kahfi: 60) Badrudin Badrudin
Al-Fath Vol 6 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v6i1.3209

Abstract

Belajar berperan dalam kehidupan. Dengan belajar yang sungguh-sungguh disertai niat ikhlas ia akan memperoleh pahala yang banyak. Belajar juga dinilai sebagai suatu perbuatan yang dapat men-datangkan kebaikan dan ampunan dari Allah Swt. Kesadaran dalam mencari ilmu pengetahuan sebagai buah dari praktek pendidikan, mensyaratkan adanya kesabaran, penga-malan, dan penghayatan akan ke dalaman makna yang secara terus menerus perlu dilatih dan dibiasakan (riyadlah). Sehingga terciptalah nilai-nilai spiritual dan moral bagi pembentukan kepribadian peserta didik. Penelitian dalam kajian ini, penulis ber-upaya membahas ayat-ayat yang berkaitan dengan peserta didik dalam Al-qur’an. Dalam kaitan ini, penulis fokuskan pada pembahasan surat al-Taubah ayat 122 dan surat al-Kahfi ayat 60. kemudian akan diuraikan mengenai implikasi-nya dengan nilai-nilai pendidikan. Paradigma penelitian menggunakan deskripsi content analysis (analisis isi) dengan pendekatan tafsir tarbawi.
Demonstrasi Sebagai Metode Pesan Al-Qur’an Badrudin Badrudin
Al-Fath Vol 5 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v5i1.3248

Abstract

Al-Qur'an sebagai firman Tuhan untuk umat manusia, mempunyai metode tersendiri dalam pengungkapan pesan-pesannya. Diantara metode pesan al-Qur'an adalah berbentuk demonstrasi. Kata ini diambil dari bahasa Inggris demonstrate, artinya secara bahasa bermakna mempertunjukkan, memamerkan, atau menampilkan. Hal ini dimaksudkan menyatakan suatu gagasan dengan bentuk penampilannya secara teratur untuk membuktikan kepada khalayak tentang suatu kehendak, baik secara lisan maupun tulisan. Prinsip-prinsip metodologis gagasan Qur’ani di antaranya bersifat rasionalitas, mempunya aspek humanism, adanya keluasan potensi manusia, serta memandang aspek kemashlahatan dan sosietisme. Adapun yang termasuk karakteristik gaya pengungkapan al-Qur'an yaitu: mengandung arti lahir dan batin, menampilkan dengan pemaparan yang persuasif, adanya unssur motivasi untuk meneliti dan berfikir, pengungkapannya terkadang membuang kalimat muta’alliq untuk menghasilkan pengertian yang lebih umum, dan mengandung kaitan dengan hukum kausalitas.
Rasm al-Qur'an dan Bentuk-Bentuk Penulisannya Badrudin Badrudin
Al-Fath Vol 10 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v10i2.3098

Abstract

Abstract
Pemikiran Tafsir Ibnu Taimiyyah Badrudin Badrudin
Al-Fath Vol 9 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v9i1.3284

Abstract

Sebagai akibat dari berbeda-bedanya segi memandang Alqur’an, didapati tafsir Alqur’an yang mempunyai corak tersendiri. Ada tafsir yang menitikberatkan pada kaidah nahwu, segi balaghah, i’jaz Alqur’an, fiqih, kalam, dan lain-lain. Adapun dalam al-Tafsir al-Kabir karya Ibnu Taimiyah itu berkecenderungan pada kajian tafsir kalami, fiqhi, ijtima’i dan mantiqi. Sebagian ulama, seperti Ibnu Taimiyyah, mengetahui aspek-aspek yang istimewa dalam mengekspresikan Alqur’an. Suatu hal yang mungkin dapat membentuk metode yang mengarah pada realitas Islam ketika ia mendekati persoalan kemasyarakatan dengan visi Alqur’an
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT GERAKAN JUMSIH (JUM' AT BERSIH) Badrudin Badrudin
Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.914 KB)

Abstract

Gotong-royong pada dasarnya adalah suatu aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat secara sadar untuk mencapai, suatu kepentingan bersama tanpa didasarkan oleh pertimbangan imbalan materi bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, pada pengertian gotong-royong terdapat tiga kata kunci, yaitu : 1) . Aktifitas bersama didasarkan atas kesadaran bersama; 2) . Kepentingan bersama; 3) Tanpa pertimbangan imbalan materi bagi yang berperan serta di dalamnya. Saat ini, masyarakat Indonesia sedang bergerak dari masyarakat agrarian menuju masyarakat industri. Transformasi sosial ini, secara langsung atau pun tidak langsung akan mempengaruhi berbagai nilai yang berkembang di masyarakat. Salah satu yang turut berubah adalah nilai-nilai yang terkandung dalam gotong-royong sebagai sebuah konsep budaya. Memberdayakan masyarakat dengan program Jum'at bersih (Jumsih) sebagai bagian dari kegiatan gotong-royong di masytirakat. Yang dimaksud Jumsih dalam istilah ini adalah kegiatan kebersihan lingkungan sekitar dan hal-hal yang bersifat fisik baik lingkungan kita maupun diri kita sebagai manusia yang membutuhkan kesucian fisik dan non-fisik (kesucian batin) Kata Kunci: Gotong royong, Jumsih, budaya masyarakat