Terdapat siswa yang tidak mematuhi peraturah sekolah, seperti merokok dan membolos, sehingga menunjukkan bahwa belum memiliki konsep diri yang baik. Ketidakmampuan siswa dalam mengelola perilaku sesuai aturan sekolah mencerminkan kurangnya pemahaman dan pembentukan konsep diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi upaya yang dilakukan guru bimbingan konseling dalam pembentukan konsep diri remaja di SMK Purnama 2 Jakarta serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 1 orang wakil kepala sekolah, 1 orang guru bimbingan konseling dan 2 orang siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru bimbingan konseling memegang peranan penting dalam pembentukan konsep diri siswa secara menyeluruh. Guru bimbingan konseling secara aktif melakukan pendekatan preventif, personal, empatik, dan reflektif, seperti edukasi tentang risiko kenakalan remaja, konseling individu, komunikasi terbuka, serta mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan positif di sekolah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri siswa yaitu dukungan keluarga, lingkungan pertemanan, penampilan fisik, serta penerimaan sosial di lingkungan sekolah dan rumah.
Copyrights © 2024