Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah untuk mengadopsi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kualitas pelayanan publik. Kota Surakarta sebagai salah satu kota yang menerapkan konsep smart city telah mengimplementasikan SPBE dalam berbagai aspek pelayanan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yaitu studi literatur atau kepustakaan dan analisis dokumen yang bersumber dari database peraturan, artikel jurnal, berita, buku, dan media internet lainnya (online news). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi SPBE di Pemerintah Kota Surakarta masih belum optimal, yang ditunjukkan oleh skor indeks SPBE tahun 2024 yang menempatkan Surakarta pada peringkat ketiga, masih berada di bawah Kabupaten Sukoharjo dan Sragen, dengan kelemahan utama pada aspek manajemen. Faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut adalah keterbatasan kemampuan digital (digital skill) ASN, terutama dalam kemampuan mengoperasikan sistem SPBE, mengolah data, dan adaptasi dengan proses digitalisasi kinerja. Selain itu, terdapat kesenjangan literasi yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan ASN senior dalam beradaptasi dengan sistem baru dan kurangnya integrasi sistem dalam pelaksanaan tugas ASN. Kondisi ini berdampak pada lambatnya responsivitas pelayanan publik dan munculnya praktik birokrasi red tape.
Copyrights © 2026