Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Marine Rescue Nusantara, sebuah game edukasi digital interaktif yang mengintegrasikan literasi sains dengan kearifan lokal dan kesadaran konservasi laut bagi siswa sekolah dasar di pesisir Tulungagung. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan guru dan siswa untuk mengidentifikasi tingkat literasi sains, kesadaran konservasi, serta potensi kearifan lokal. Pada tahap pengembangan, game dirancang dalam enam level yang menampilkan tantangan interaktif seperti menjaga ekosistem terumbu karang, melindungi penyu, dan mengelola tambak udang secara ramah lingkungan, dengan elemen budaya lokal sebagai latar, narasi, dan karakter permainan. Validasi produk oleh ahli media dan materi menunjukkan skor sangat valid, menegaskan kelayakan game untuk digunakan di kelas. Implementasi di lima sekolah dasar dengan desain pretest-posttest menunjukkan peningkatan literasi sains sebesar 25–35% dan motivasi siswa untuk menjaga lingkungan laut sebesar 87%. Analisis statistik Wilcoxon Signed Rank Test dan Kruskal-Wallis Test menegaskan adanya peningkatan signifikan literasi sains dan kesadaran konservasi antar sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran berbasis game tidak hanya memperkuat pemahaman konsep sains, tetapi juga membangun keterhubungan emosional siswa dengan materi serta mendorong pengambilan keputusan dan pemecahan masalah berbasis bukti. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat literasi sains kontekstual dan pengembangan game-based learning dengan dimensi budaya. Secara praktis, Marine Rescue Nusantara dapat dijadikan media pembelajaran inovatif yang relevan dengan konteks lokal, mendukung kurikulum Merdeka Belajar, serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan pendidikan karakter sejak dini.
Copyrights © 2026