Setiap tahun, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 35 ribu pasien didiagnosis kanker kolorektal di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 6,7 per 100 ribu kasus. Pada pasien dengan stadium lanjut, tindakan pemasangan stoma seringkali menjadi pilihan medis yang harus dilakukan. Namun, kondisi tersebut kerap menimbulkan penurunan kualitas hidup, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Situasi ini membutuhkan dukungan dari komunitas yang mampu memberikan pendampingan, motivasi, serta akses informasi yang tepat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara mendalam implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan oleh Yayasan Wocare Indonesia melalui komunitas Indonesian Ostomy Association Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam praktiknya, Yayasan Wocare Indonesia menerapkan konsep Triple Bottom Line (Planet, People, Profit) secara menyeluruh pada kegiatan CSR komunitas. Selain itu, empat dimensi CSR menurut Carroll; Economic, Legal, Ethical, dan Philanthropic Responsibility juga terintegrasi dalam setiap program. Model pelaksanaan CSR yang digunakan adalah model yayasan atau organisasi sosial perusahaan serta kemitraan dengan pihak lain, melalui pendekatan Community Assistance dan Community Empowerment. Dengan demikian, CSR Yayasan Wocare Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga menciptakan peluang, pemberdayaan, dan keberlanjutan bagi pasien serta komunitas.
Copyrights © 2026