Latar Belakang: Bullying merupakan permasalahan psikososial yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja, termasuk peningkatan risiko depresi, kecemasan, dan penarikan diri sosial. Data menunjukkan tingginya prevalensi perundungan pada remaja di Indonesia, sehingga diperlukan upaya preventif berbasis komunitas. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap anti-bullying pada kader Posyandu Remaja wilayah kerja Puskesmas Ngawen 2, Gunungkidul. Metode: Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi interaktif menggunakan desain one group pretest-posttest. Sebanyak 29 peserta mengikuti kegiatan, dan 20 peserta dianalisis secara statistik. Instrumen yang digunakan mengukur aspek kognitif dan non-kognitif (sikap). Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada aspek kognitif (p=1,000), yang mengindikasikan adanya ceiling effect akibat tingginya pengetahuan awal peserta. Namun, uji Paired Samples t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek sikap (p=0,026), dengan rata-rata skor meningkat dari 48,85 menjadi 52,85. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam memperkuat sikap anti-bullying dan kesiapan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sebaya. Program berbasis Posyandu Remaja berpotensi menjadi strategi preventif berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental remaja di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026