Masalah dalam penelitian ini adalah sebagian besar peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMAN 1 Kopang masih belum terampil dalam melakukan pukulan lob pada permainan bulutangkis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan latihan stroke wall dan latihan reverse wrist curl, dan latihan manakah yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pukulan lob siswa peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMAN 1 Kopang. Tiga pernyataan penelitian yang diajukan berhubungan dengan ketiga tujuan penelitian tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen, dengan desain yang digunakan adalah two group pretest posttest design, Sampel dari penelitain ini adalah peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMAN 1 Kopang sebanyak 20 peserta. Pengambilan data menggunakan tes, dengan instrument yang digunakan adalah poole forehand clear test (Poole & Nelson, 1970). Teknik analisis data menggunakan analisis uji-t, melalui uji prasyarat uji normalitas dan homogenitas Hasil penelitian pengaruh metode drill terhadap kemampuan pukulan lob pada kelompok 30 kali pukulan diperoleh thitung sebesar -15,162 dan nilai ttabel sebesar 1,830. Oleh karena thitung >ttabel maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan yang signifikan. Pada kelompok 2 kali 15 pukulan diperoleh thitung sebesar -12,215 dan nilai trabel sebesar 1,830. Oleh karena thitung> tabel maka dapat disimpulakan terdapat peningkatan yang signifikan. Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh mean kelompok 30 kali pukulan sebesar 32,9 sedangkan kelompok 2 kali 15 pukulan sebasar 33,7 dan diperoleh thitung sebesar -0,610 dannilai trabel sebesar 1,730. Oleh karena thitung< trabel maka dapat disimpulakan tidakada perbedaan yang signifikan antara kelompok 30 kali pukulan dengan 15 kali 2 pukulan terhadap peningkatan kemampuan pukulan lob dalam permainan bulutangkis siswa peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMAN 1 Kopang.
Copyrights © 2024