Desa Gadungan di Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki nilai historis yang kuat terkait perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan. Namun, pengetahuan sejarah tersebut sebagian besar masih bersifat lisan dan berpotensi hilang akibat minimnya dokumentasi serta terbatasnya transmisi antargenerasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mentransmisikan kembali memori kolektif masyarakat melalui produksi film dokumenter berjudul “Baliwerti: Bara di Tanah Gadungan”. Metode yang digunakan meliputi tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif dan etnografi visual. Tahap produksi dilakukan dengan metode perekaman memori melalui keterlibatan langsung narasumber di lokasi historis. Hasil menunjukkan bahwa film dokumenter berperan tidak hanya sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana rekonstruksi memori sosial, jembatan antar generasi, dan penguatan identitas budaya masyarakat. Selain itu, film ini memiliki potensi sebagai media edukasi dan promosi desa berbasis sejarah. Secara akademik, kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan film dokumenter sebagai metode pengabdian berbasis budaya dan partisipasi masyarakat.
Copyrights © 2026