Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang dakwah Islam. Teknologi ini tidak hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi juga telah menjadi mitra strategis dalam proses penyebaran nilai-nilai keagamaan secara lebih efisien dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi AI, seperti ChatGPT, HeyGen, dan Chatbot Muslim, dapat memperkuat strategi komunikasi dakwah serta mengubah paradigma penyampaian pesan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis karya ilmiah dan laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam dakwah memiliki potensi besar dalam mendukung efektivitas, personalisasi pesan, dan perluasan jangkauan dakwah. Namun, di sisi lain, muncul pula tantangan etis seperti potensi bias algoritmik, hilangnya peran manusiawi da’i, serta risiko ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, implementasi AI dalam dakwah harus dilakukan secara proporsional dan beretika, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat nilai dakwah Islam.
Copyrights © 2025