Kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika materi pengukuran menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Situasi ini terlihat dari kemampuan siswa yang masih terbatas dalam menyelesaikan permasalahan matematika secara menyeluruh. Adapun penelitian ini memiliki tujuan dalam mengetahui kemampuan pemecahan masalah materi pengukuran di SD Negeri 43 Pangkalpinang dipengaruhi atau tidak oleh model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Pendekatan penelitian yang diterapkan berupa pre-eksperimental melalui rancangan desain one-group-pretest-posttest. Seluruh siswa kelas IV SD Negeri 43 Pangkalpinang dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan melibatkan soal essay. Penelitian ini menerapkan uji Shapiro-Wilk dalam analisis data untuk memeriksa kenormalan dan uji Wilcoxon Signed-Rank untuk menguji hipotesis. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada skor dari pretest hingga posttest. Hasil perhitungan uji normalitas pretest 0,011 < 0,05 dan nilai posttest 0,259 > 0,05, maka dapat dikatakan data tidak berdistribusi normal, sehingga selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Uji Wicoxon Signed-Rank Test. Sehingga didapatkan hasil uji hipotesis yang diperoleh 0,000 < 0,05, maka dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah soal cerita materi pengukuran di SD Negeri 43 Pangkalpinang.
Copyrights © 2025