Penggunaan bahan bakar fosil yang terus menurun mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi bioenergi sel amobil Bacillus licheniformis strain KGEB16 dalam sistem MFC pada siklus reusabilitas ketiga. Sel bakteri diamobilisasi menggunakan matriks natrium alginat 5% (b/v) dengan metode penjebakan (entrapment), dan sistem MFC bertipe dual chamber digunakan sebagai bioreaktor. Tegangan listrik diukur setiap 2 jam selama 24 jam dengan 4 ulangan (n = 4) menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi tercatat pada jam ke-0 sebesar 0,553 V dan menurun secara konsisten hingga 0,117 V pada jam ke-24, dengan total akumulasi tegangan sebesar 3,277 V. Pola penurunan berlangsung dalam dua fase: penurunan tajam pada jam ke-0 hingga jam ke-8 akibat deplesi substrat, dilanjutkan penurunan gradual hingga jam ke-24 karena keterbatasan difusi substrat ke dalam matriks beads. Meskipun demikian, aktivitas elektrogenesis B. licheniformis KGEB16 masih terdeteksi hingga akhir pengamatan, yang menunjukkan bahwa sel amobil dalam matriks alginat masih mampu mempertahankan aktivitas metaboliknya pada reusabilitas ketiga.
Copyrights © 2026