Ketimpangan kesehatan merupakan isu global yang tidak hanya berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelas sosial, kemiskinan, dan eksklusi sosial dalam membentuk ketimpangan kesehatan melalui perspektif sosiologi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal internasional, buku teori sosiologi, serta laporan lembaga global. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelas sosial merupakan determinan struktural utama yang memengaruhi distribusi sumber daya kesehatan, baik dalam bentuk akses terhadap layanan medis, kondisi lingkungan, maupun gaya hidup. Kemiskinan memperkuat ketimpangan tersebut melalui keterbatasan kapabilitas individu dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti gizi, sanitasi, dan pendidikan. Sementara itu, eksklusi sosial memperdalam ketimpangan melalui mekanisme marginalisasi, diskriminasi, serta hambatan administratif dan geografis dalam akses layanan kesehatan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk siklus ketimpangan kesehatan yang bersifat sistemik dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketimpangan kesehatan tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor individu, tetapi harus dipahami sebagai hasil dari struktur sosial dan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan struktural yang mencakup reformasi kebijakan sosial, penguatan jaminan kesehatan universal, peningkatan literasi kesehatan, serta pengurangan kemiskinan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian sosiologi kesehatan serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan kesehatan yang lebih adil dan inklusif, khususnya di negara berkembang.
Copyrights © 2026