Perkembangan media digital, khususnya TikTok, telah menghadirkan ruang baru dalam merepresentasikan budaya lokal sekaligus membentuk identitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya lokal Sulawesi Selatan dalam konten TikTok serta konstruksi identitas Generasi Z yang terbentuk melalui interaksi dengan konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika. Data berupa konten video TikTok yang memuat unsur budaya lokal, seperti pakaian adat, tarian tradisional, bahasa daerah, dan musik khas, yang dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka semiotika dengan melihat makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya lokal dalam TikTok diwujudkan melalui simbol-simbol visual dan verbal yang tidak hanya menampilkan budaya secara literal, tetapi juga mengandung makna identitas dan kebanggaan lokal. Budaya lokal dikonstruksi sebagai sesuatu yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman, meskipun mengalami proses penyederhanaan dan estetisasi. Selain itu, konstruksi identitas Generasi Z bersifat dinamis dan hibrid, yaitu menggabungkan unsur budaya lokal dengan pengaruh global. Meskipun terdapat kecenderungan identitas yang bersifat performatif dan dipengaruhi oleh algoritma media, Generasi Z tetap menunjukkan kesadaran terhadap identitas budaya lokalnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang strategis dalam representasi budaya dan konstruksi identitas generasi muda di era digital.
Copyrights © 2026