Inovasi UMKM dipandang sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun kontribusinya terhadap keberlanjutan pertumbuhan secara holistik masih belum terpetakan secara memadai.Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi inovasi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Bantul dari dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta mengidentifikasi hambatan implementatif yang membatasi optimalisasinya. Metode yang digunakan adalah analisis dokumen kualitatif (Bowen, 2009) terhadap ±25 sumber sekunder yang mencakup data BPS Kabupaten Bantul periode 2022–2025, laporan kelembagaan, dan kajian akademik relevan. Analisis dilakukan secara integratif menggunakan tiga kerangka: rantai kausalitas inovasi UMKM, Triple Bottom Line Elkington (1997), dan implementasi kebijakan Edwards III (1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi UMKM berkontribusi positif terhadap pertumbuhan PDRB dan penurunan kemiskinan, namun belum memenuhi kriteria keberlanjutan yang holistik. Dimensi sosial merupakan capaian terkuat, sedangkan dimensi lingkungan belum tertanam secara sistematis dalam kebijakan inovasi UMKM. Pada tataran implementasi, ditemukan tiga kelemahan struktural: jangkauan komunikasi kebijakan yang belum merata, insufisiensi kapasitas pendampingan lapangan, serta fragmentasi koordinasi antarinstansi pengelola platform SiDAKUI, GAMPIL, dan SiBakul tanpa mekanisme lintas-OPD yang terdokumentasi.
Copyrights © 2026