Sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja terhadap penerapan K3 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut pada proyek konstruksi di Kabupaten Fakfak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Responden dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari pekerja lapangan dan staf proyek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur perilaku pekerja terhadap berbagai indikator K3, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap prosedur, kesadaran risiko, budaya keselamatan, serta pengaruh kelelahan dan tekanan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pekerja dalam penerapan K3 secara umum berada pada kategori cukup baik, namun belum konsisten pada seluruh aspek. Beberapa permasalahan yang masih ditemukan antara lain ketidakpatuhan dalam penggunaan APD, rendahnya budaya saling mengingatkan, serta belum optimalnya pengawasan di lapangan. Selain itu, faktor kelelahan kerja dan tekanan pekerjaan juga terbukti memengaruhi perilaku pekerja dalam menerapkan K3. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan K3 tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pekerja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan budaya keselamatan, peningkatan pengawasan, serta pelatihan berbasis perilaku untuk meningkatkan efektivitas penerapan K3 di proyek konstruksi.
Copyrights © 2026