Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI (STUDI KUALITATIF TENTANG KETENAGAKERJAAN) Jusmawandi Jusmawandi
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : STKIP NU Kabupaten Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52796/jpnu.v2i2.54

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian bertemakan kepemudaan. Salah satu unsur dalam pembangunan ekonomi adalah tersedianya sumber daya yang inovatif, cerdas, jujur dan integritas. Permasalahan setiap di Indonesia berbeda-beda, selain infrastruktur juga meliputi banyak aspek seperti sosial, politik, hingga kemajuan teknologi. Perubahan yang terjadi harus beriringan dengan kemampuan sumber daya bersaing dalam dunia global. Salah satu Program unggulan Bupati Takalar periode 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja baru. Peran pemuda sangat penting dalam proses pelaksanaan program untuk menunjukkan keterlibatannya. Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk partisipasi pemuda dalam program Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Mengingat persoalan jumlah tenaga kerja yang meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Kabupaten Takalar perlu mempersiapakan pemudanya agar siap dalam persaingan dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepht interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi pemuda terbagi atas dua yaitu partisipasi fisik dan nonfisik. Partisipasi fisik meliputi kegiatan dalam bidang jasa, pendidikan, pertanian, daln lain-lain. Sedangkan partisipasi non fisik meliputi kegiatan seminar, diskusi, dan gagasan lain yang berkaitan dengan program.
GERAKAN RELAWAN MUDA PENYEMPROT DISINFEKTAN PENCEGAH PENYEBARAN NOVEL CORONA VIRUS DI KOTA MAKASSAR Jusmawandi Jusmawandi; Safriadi Safriadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.005 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i1.3718

Abstract

Abstrak: Kota Makassar menjadi episentrum penyebaran Novel Corona Virus (COVID-19) di Wilayah Indonesia Timur. Wabah yang mematikan ini sempat memaksa kota Daeng untuk melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) dari aktivitas kesibukan kota. Peran pemerintah dan stake holder tidak cukup dengan hanya memiliki anggaran, mereka butuh agen penggerak dalam menjalankan roda perbaikan. Agen-agen tersebut datang dari berbagai subyek, mulai dari organisasi kemasyarakatan, kelompok pemuda hingga mahasiswa. Mereka turun menjadi relawan tanpa jasa bergerak memotong penyebaran rantai COVID-19. Metode pemberdayaan ini adalah Partisipasi langsung. Relawan akan mendapat pembekalan materi dan praktek langsung di lapangan. Hasil dari pengabdian ini meliputi beberapa hal; (1). Relawan memahami secara teori penyebaran virus COVID-19 hingga penanganannya. (2). Relawan mampu mengaplikasikan peralatan semprot hingga aktif menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) hingga kegiatan selesai. (3) dari pengabdian masyarakat ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat mulai dari perumahan elit hingga masyarakat menengah ke bawah.Abstract: Makassar City became the epicenter of the spread of Corona Virus (COVID-19) in Eastern Indonesia. This outbreak of cancellation has surpassed the city of Daeng to conduct a PSBB (Large-scale Social Limitation) from the city's busy activities. The role of government and shareholders is not enough to just have a budget, they need a driving agent in running the wheel of repairs. These agents came from various subjects, ranging from social organizations, youth groups to students. They went down to become volunteers without mobile services who moved the COVID-19. This empowerment method is active participatory. Volunteers will receive material briefing and practice directly in the field. The results of this dedication include several things; (1) Relevance for the theory of the spread of the COVID-19 virus to its handlers. (2) Volunteers are able to apply spray equipment to actively use Personal Protective Equipment (PPE) until the activity is completed. (3) from community service to upper levels of society ranging from elite housing to the lower middle class.
PARTISIPASI PEMUDA DALAM PROGRAM PENYERAPAN 10,000 TENAGA KERJA BARU KABUPATEN TAKALAR Jusmawandi Jusmawandi; Irma Andriani; Safriadi Safriadi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.678 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2330

Abstract

Abstrak: Bupati Takalar periode 2017-2022 membuat 22 program unggulan, salah satu di antaranya adalah penyerapan 10.000 tenaga kerja baru. Berdasarkan data dinas terkait telah mencatat sebanyak 7,617 tenaga kerja yang terlibat di dalam kegiatannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada Pemuda agar mampu terserap ke dalam pasar tenaga kerja dan membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program kerja. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu latihan keterampilan atau drill and practice. Kegiatan dilakukan menekankan pada kegiatan ceramah dan praktek langsung sesuai kompetensi yang ingin dicapai. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berjalan sesuai dengan yang ditentukan, pemuda yang menjadi peserta mendapat peningkatan softskill dan hardskill. Pemerintah juga mendapat dukungan dari kegiatan ini dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM di Kabupaten Takalar.Abstract: Regent of Takalar for the period of 2017 - 2022, made 22 excellent programs, one of which was the absorption of 10,000 new workers. Based on data from related agencies, they have recorded as many as 7,617 workers involved in their activities. This community service aims to provide training for youth so that they can compete in the world of work. The method used is the drill and practice method. The activities carried out emphasize lecture activities and direct practice in line with the competencies to be achieved. The results of community service activities went just as what was determined, the youth participating in the program obtained an improvement of their soft skills and hard skills. The government also received support from this activity in increasing the quantity and quality of human resources in Takalar District.
Partisipasi Pemuda dalam Program Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar Jusmawandi Jusmawandi; Safriadi Safriadi
SOCIUS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v9i1.290

Abstract

Salah satu Program unggulan Bupati Takalar periode 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja baru. Peran pemuda sangat penting dalam proses pelaksanaan program untuk menunjukkan keterlibatannya. Program ini berjalan selama tiga tahun namun belum berdampak signifikan terhadap masyarakat, bahkan Kabupaten Takalar masuk dalam daftar 10 Kabupaten dengan tingkat pengangguran tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2020. Artikel ini mendeskripsikan bentuk partisipasi pemuda dalam program Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepht interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi pemuda terbagi atas dua yaitu partisipasi fisik dan nonfisik. Partisipasi fisik meliputi kegiatan dalam bidang jasa, pendidikan, pertanian, dan lain-lain. Sedangkan partisipasi non fisik meliputi kegiatan seminar, diskusi, dan gagasan lain yang berkaitan dengan program. Berdasarkan teori Arnstein, bentuk partisipasi berada pada tingkatan Citizen Power. Pemuda memberikan kemampuan mereka dalam menentukan, melaksanakan dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menjalankan program-programnya
PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI (STUDI KUALITATIF TENTANG KETENAGAKERJAAN) Jusmawandi Jusmawandi
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : STKIP NU Kabupaten Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52796/jpnu.v2i2.54

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian bertemakan kepemudaan. Salah satu unsur dalam pembangunan ekonomi adalah tersedianya sumber daya yang inovatif, cerdas, jujur dan integritas. Permasalahan setiap di Indonesia berbeda-beda, selain infrastruktur juga meliputi banyak aspek seperti sosial, politik, hingga kemajuan teknologi. Perubahan yang terjadi harus beriringan dengan kemampuan sumber daya bersaing dalam dunia global. Salah satu Program unggulan Bupati Takalar periode 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja baru. Peran pemuda sangat penting dalam proses pelaksanaan program untuk menunjukkan keterlibatannya. Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk partisipasi pemuda dalam program Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Mengingat persoalan jumlah tenaga kerja yang meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Kabupaten Takalar perlu mempersiapakan pemudanya agar siap dalam persaingan dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepht interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi pemuda terbagi atas dua yaitu partisipasi fisik dan nonfisik. Partisipasi fisik meliputi kegiatan dalam bidang jasa, pendidikan, pertanian, daln lain-lain. Sedangkan partisipasi non fisik meliputi kegiatan seminar, diskusi, dan gagasan lain yang berkaitan dengan program.
Analisis Penanganan Limbah Konstruksi pada Proyek Pasar Tumburuni di Kabupaten Fakfak: Analysis of Construction Waste Handling at the Tamburuni Market Project in Fakfak Regency Jusmawandi, Jusmawandi; Putra, Herdy Pratama
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 9 No. 1 (2024): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v9i1.6432

Abstract

Construction waste is a threat to the community environment and living creatures around construction projects. It is necessary to handle construction waste appropriately considering that not all materials can be used 100% during the construction process. Construction waste causes hazardous chemical contamination which is the result of a number of hazardous chemicals being applied to building materials, or the discharge of chemicals in the construction and demolition waste stream. This research aims to apply the 3R principle (Reduse, Reuse and Recycle) contained in the Responsible Waste Management Hierarchy structure. Case study of the Tuumburuni Market development project in Fakfak Regency. Tumburuni Market is the first modern market built in Fakfak Regency and has become a role model for other construction projects. Good waste management in the construction process will reduce the impact on the environment. The research method uses survey and interview methods. The data obtained is explained in data tabulation and described based on the Waste Management Hierarchy theory. Research results show that as many as 80% of consumable materials go through a reuse process before finally being thrown away. Meanwhile, 20% of wood waste is not used because it is broken and unfit for use.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DIVERSIFIKASI ROSTER BETON BERBASIS KELOMPOK Jusmawandi, Jusmawandi; Imran, Imran
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i3.13089

Abstract

Abstrak: Keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah. Keadaan ekonomi pasca pandemi Covid-19 menjadi perhatian utama dalam mengembalikan daya beli dan daya jual masyarakat. Berkaitan dengan bidang Teknik sipil, peluang dalam memanfaatkan kemampuan masyarakat adalah suatu kesempatan yang dapat dikembangkan. Melalui edukasi diversifikasi roster beton, sebagai upaya menguatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Fakfak utara dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Bahan utama air dan pasir lokal tersedia di sekitar pemukiman sehingga keberlanjutan kegiatan dapat terus terjalan pasca kegiatan. Metode yang digunakan adalah latihan keterampilan, yang mana peserta terlibat langsung mempraktikkan cara pembuatan, penjualan hingga evaluasi hasil. Pelaksanan Kegiatan ini melibatkan Lurah, Ketua RT/RW dan Masyarakat setempat. Kegiatan ini akan menciptakan sumber pengetahuan baru, keterampilan, hingga usaha baru yang bermanfaat bagi masyarakat.Abstract: Community skills in utilizing natural resources is homework for the Regional Government. The economic situation after the Covid-19 pandemic is a major concern in restoring people's buying and selling power. In relation to the field of civil engineering, the opportunity to take advantage of community capabilities is an opportunity that can be developed. Through concrete roster diversification education, as an effort to strengthen the knowledge and skills of the North Fakfak community in improving the community's economy. The main ingredients of local water and sand are available around the settlement so that the sustainability of activities can continue after the activity. The method used is skills training, in which participants are directly involved in practicing how to manufacture, sell and evaluate results. The implementation of this activity involves the Lurah, Head of RT/RW and the local community. This activity will create a source of new knowledge, skills, and new businesses that benefit the community.
Aksesibilitas Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar di Desa Basseang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Jusmawandi, Jusmawandi; Saraswaty, Aulia; Muhlisah, Nurul
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 6, No 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v6i4.19467

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 telah mengubah wajah pendidikan anak dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi. Dampaknya menuai pro kontra seiring dengan masuknya era baru (postpandemic) terutama bidang pendidikan. Banyak sekolah tidak siap dengan belajar daring terutama sekolah yang berada di pedalaman. Minimnya sarana prasarana hingga akses internet merupakan salah satu penyebab sulitnya melalui masa pandemi. Akibatnya sekolah tidak siap menerapkan metode daring sebagai bentuk upaya perbaikan pendidikan. Desa Basseang memiliki tiga sekolah dasar yang tersebar di beberapa bagian pegunungan. Sulitnya akses ke kota dan hanya bergantung pada pendidikan dalam desa. Menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang hanya rata-rata lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fokus pada penelitian yaitu Faktor pendukung dan penghambat sarana prasarana di Sekolah hingga tidak cukup memenuhi kebetuhan pendidikan. Tujuan Penelitian ini untuk memberikan gambaran akademis, tentang sarana dan prasarana pendidikan di Desa Basseang. Metode dalam penelitian menggunakan metode wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan bersama siswa-siswi, orang tua dan guru-guru dengan total informan sebanyak 15 orang. Sedangkan hasil obervasi digunakan sebagai data pendukung dalam penulisan artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana di Desa Basseang belum cukup untuk mendukung pendidikan masyarakat. Akibatnya berdampak pada stagnasi pada ekonomi dan pendidikan. Keadaaan dapat membaik seiring dengan memaksimalkan dana desa sebagai sistem baru dalam proses pembangunan aspek kebutuhan masyarakat. Dana desa merupakan tumpuan Pemerintah Desa dalam membenahi pembangunan. Pembangunan terbagi atas dua yaitu sarana fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik meliputi jalanan, perpustakaan desa, posyandu, pasar hingga sarana-prasarana pendidikan lainnya. Nonfisik dapat kita temui melalui akses informasi pada website desa, sekolah ataupun yayasan yang bekerja sama dengan desa.Abstract: The Covid-19 pandemic has changed the face of children's education from elementary school to university. The impact has pros and cons as we enter a new era (post-pandemic), especially in the education sector. Many schools are not ready for brave learning, especially schools in rural areas. The lack of infrastructure and internet access is one of the reasons why it is difficult to get through the pandemic. As a result, schools are not ready to apply bold methods as a form of effort to improve education. Basseang Village has three elementary schools spread across several parts of the mountains. Difficult access to the city and only depends on education in the village. Causing the low level of public education, with the average being only a junior high school (SMP) graduate. The focus on research is the supporting and inhibiting factors of infrastructure in schools so that they are not sufficient to meet educational needs. The aim of this research is to provide an academic overview of educational facilities and infrastructure in Basseang Village. The research method uses interviews and observation methods. Interviews were conducted with students, parents and teachers with a total of 15 informants. Meanwhile, the results of observations are used as supporting data in writing articles. The research results show that the facilities and infrastructure in Basseang Village are not sufficient to support community education. As a result, it has an impact on stagnation in the economic and educational sectors. The situation can improve along with maximizing village funds as a new system in the process of developing aspects of community needs. Village funds are the foundation of the Village Government in improving development. Development is divided into two, namely physical and non-physical facilities. Physical development includes roads, village libraries, posyandu, markets and other educational facilities. We can find non-physical through access to information on village websites, schools or foundations that collaborate with villages.
Partisipasi Pemuda dalam Program Ketenagakerjaan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar Jusmawandi, Jusmawandi; Safriadi, Safriadi
SOCIUS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri Pa
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v9i1.290

Abstract

Salah satu Program unggulan Bupati Takalar periode 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja baru. Peran pemuda sangat penting dalam proses pelaksanaan program untuk menunjukkan keterlibatannya. Program ini berjalan selama tiga tahun namun belum berdampak signifikan terhadap masyarakat, bahkan Kabupaten Takalar masuk dalam daftar 10 Kabupaten dengan tingkat pengangguran tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2020. Artikel ini mendeskripsikan bentuk partisipasi pemuda dalam program Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam (indepht interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi pemuda terbagi atas dua yaitu partisipasi fisik dan nonfisik. Partisipasi fisik meliputi kegiatan dalam bidang jasa, pendidikan, pertanian, dan lain-lain. Sedangkan partisipasi non fisik meliputi kegiatan seminar, diskusi, dan gagasan lain yang berkaitan dengan program. Berdasarkan teori Arnstein, bentuk partisipasi berada pada tingkatan Citizen Power. Pemuda memberikan kemampuan mereka dalam menentukan, melaksanakan dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menjalankan program-programnya
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Tali Kur di Desa Basseang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang Jusmawandi, Jusmawandi
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v2i1.1751

Abstract

People are left behind not only because of limited infrastructure facilities but also because of the economy. The progress of a region is in line with the policies initiated to bring about changes in people's lives for the better. In the Very Disadvantaged Village community, skills training can make the community creative so that it is expected to have an impact on improving the community's economy. The skill of stringing ropes into an economical product is one way to increase people's income. However, the lack of strategies and means and facilities need support in realizing business success. The community service method used in this activity is the lecture and practice method. The number of participants involved were 21 people who were divided into four groups. Each group received guidance from the trainer starting from theory and assembling techniques. The materials and tools used are purchased at the central market of Pinrang Regency. The trainers involved are people who have skills in stringing ropes. The end of this training shows that participants can make a work in the form of a bag. This bag has a unique shape and can attract customers. Participants also received promotional strategy materials on social media so that their work could be marketed. The training lasted for two days which was attended by a group of women in Passaparang Village, Basseang Village, Pinrang Regency. The post-training commitment brought that participants agreed to continue this knitting business in order to improve individual skills.