Seiring dengan pertumbuhan penduduk dibutuhkan armada dan jadwal operasional bus pada rute Trenggalek –Surabaya yang sesuai dengan permintaan penumpang per hari, mengingat adanya peningkatan jumlah permintaan penumpang setiap tahunnya. Masih terdapat tantangan dalam pengelolaan armada dan penjadwalan operasional, terutama dalam menyesuaikan jumlah bus dengan fluktuasi jumlah penumpang pada jam sibuk dan non-sibuk. Selain itu, beberapa penumpang juga mengeluhkan ketidaktepatan waktu keberangkatan dan kedatangan bus, yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kepercayaan terhadap layanan transportasi ini. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jens studi kasus. Data primer yang diperoleh melalui survei kondisi eksisting, jumlah armada yang beroperasi, survei matriks asal tujuan dan kapasitas bus, sedangkan data sekunder didapat dari instansi terkait. Analisis ini mengacu pada PM Kemenhub untuk mengatur kebutuhan armada di 3 terminal utama yakni, Terminal Surodakan, Terminal Gayatri, dan Terminal Tamanan dan olah data peramalan. Hasil menunjukkan dibutuhkan jumlah armada berangkat setiap harinya pada jam sibuk di Terminal Surodakan sebesar 19, Terminal Gayatri sebesar 27, dan Terminal Tamanan sebesar 38, sedangkan pada jam tidak sibuk di Terminal Surodakan sebesar 7, Terminal Gayatri sebesar 7, dan Terminal Tamanan sebesar 13. Peramalan 5 tahun kedepan menunjukkan bahwa terjadinya pertumbuhan atau lonjakan penumpang pada tahun 2030 sebesar 148.360 ribu orang.
Copyrights © 2026