Terminal Teluk Lamong merupakan terminal yang melayani muatan curah kering dan petikemas untuk saat ini. Pada tahun 2031 Terminal Teluk Lamong di perkirakan akan mencapai 2 juta TEUs dan mengalami peningkatan bongkar muat curah kering mencapai 4,8 juta ton. Berdasarkan fasilitas yang ada, Terminal Teluk Lamong tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jasa kepelabuhanan. Tujuan melakukan penelitian ini adalah mengetahui kinerja jaringan jalan pada lokasi studi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survei secara langsung untuk mendapatkan data yang digunakan dalam penelitian. Hasil analisa menunjukkan bahwa jaringan jalan yang terdampak cukup signifikan dari awal beroperasinya Pengembangan Terminal Teluk lamong adalah simpang 3 yang semula mendapat kategori C(sedang) menjadi kategori D(kurang), dan 5 tahun setelah pengembangan kinerja simpang 3 yang semula mendapat kategori D(kurang) menjadi kategori E(buruk).
Copyrights © 2026